Mahasiswa UNJ Hadirkan Dampak Pendidikan melalui Kegiatan Bimbel Gratis di Klender

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Mahasiswa UNJ Hadirkan Dampak Pendidikan melalui…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Workshop Tata Kelola Kerja Sama, Dorong Implementasi Nyata dan Peningkatan IKU 5

Mahasiswa FIP UNJ Raih Juara 3 Poster Ilmiah pada KOMPAK Tingkat Nasional 2026

Sivitas Prodi PGPAUD FIP UNJ Raih Juara 3 pada Kegiatan APG PAUD 2026 di Bali

UNJ dan Sudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Profesional Guru PJOK

UNJ Gelar Cek Kesehatan Mental dan Fisik Gratis, Dorong Sivitas Akademika Lebih Peduli Kesehatan Diri

JAKARTA, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampakmelalui keterlibatan mahasiswa dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kontribusi empat mahasiswa UNJ sebagai pengajar dalam program Bimbingan Belajar (Bimbel) Teman Belajar yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kelurahan Klender dan Yayasan Samadi di Aula Kelurahan Klender, Jakarta Timur, pada 28/9/26.

Program yang mengusung tagline “Belajar Seru dan Interaktif” tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa UNJ untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan kependidikan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mendampingi pelajar di wilayah Klender. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran di kampus dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Empat mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai bidang keilmuan, yakni Vira Adistya Rachmaniar dari Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2022, Muhammad Diaz Adjie Pamungkas dari Program Studi Matematika angkatan 2021, Farizi Afdhal Jatmiko dari Program Studi Pendidikan Fisika angkatan 2023, dan Erliza Rahmadini dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2022.

Keberagaman latar belakang tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan pendampingan belajar sesuai kebutuhan peserta. Para mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang lebih interaktif sekaligus memberikan motivasi kepada siswa untuk terus mengembangkan potensi dan merencanakan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bagi Vira Adistya Rachmaniar, keterlibatannya dalam Bimbel Teman Belajar menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengajar sekaligus memberikan ruang belajar yang nyaman bagi peserta didik. Mahasiswa Pendidikan Biologi tersebut sebelumnya memiliki pengalaman mengajar privat Biologi dengan kurikulum nasional maupun internasional serta mengajar Bahasa Inggris.

“Semoga saya dan bimbel ini berkembang, dan memberi ruang belajar nyaman kepada para peserta didik di luar sekolah,” harap Vira.

Sementara itu, Muhammad Diaz Adjie Pamungkas melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman mengajarnya bagi masyarakat. Dengan pengalaman mengajar nonformal selama lebih dari lima tahun, Diaz berharap keberadaan program ini dapat membantu siswa dalam mempersiapkan pendidikan mereka.

“Saya berharap siswa dan segala pihak yang terlibat merasakan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan ini dan tentunya membantu lebih banyak siswa untuk mendapatkan perguruan tinggi favoritnya,” ujar Diaz.

Hal senada disampaikan Erliza Rahmadini yang memandang Bimbel Teman Belajar sebagai ruang untuk berkontribusi langsung dalam penguatan pendidikan masyarakat. Mahasiswa Program Studi PGSD tersebut memiliki pengalaman sebagai pengajar bimbingan belajar, tutor privat, serta mengajar di sekolah dasar.

“Saya berharap bisa bergabung dan berkontribusi secara optimal di Bimbel Klender, membantu meningkatkan prestasi serta motivasi belajar siswa, dan terus berkembang bersama tim,” ungkap Erliza.

Adapun Farizi Afdhal Jatmiko memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mengamalkan ilmu sekaligus mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik. Setelah mempelajari teori pembelajaran selama perkuliahan dan memperoleh pengalaman mengajar di SMA Negeri 59 Jakarta, ia melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk menghadirkan manfaat secara langsung bagi peserta didik.

“Guru merupakan pekerjaan mulia. Dengan memberikan ilmu yang bermanfaat sebagai guru saya merasa bangga dengan apa yang sudah saya lakukan. Semoga dengan Bimbel Teman Belajar ini bisa bermanfaat bagi kita semua,” kata Farizi.

Membuka Akses Belajar bagi Pelajar Klender

Bimbel Teman Belajar menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses pendampingan belajar bagi pelajar di wilayah Klender. Program tersebut dilaksanakan secara gratis sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh tambahan pembelajaran di luar sekolah.
Lurah Klender, Rachman Setiana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut dan mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan belajar secara maksimal. Menurutnya, bimbingan belajar gratis menjadi kesempatan penting bagi siswa, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti bimbingan belajar berbayar.

Program tersebut juga mendapat dukungan fasilitas pembelajaran dari Yayasan Samadi. Romo Yustinus Ardianto menyampaikan bahwa Yayasan Samadi memberikan dukungan terhadap program yang diinisiasi Kelurahan Klender tersebut sekaligus mendorong para pengajar untuk memberikan pendampingan secara profesional kepada peserta.

Kepala SMP Negeri 6 Jakarta, Reda Achiyat, turut menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara Kelurahan Klender, Yayasan Samadi, sekolah, dan para pengajar dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi siswa.

Program Bimbel Teman Belajar juga mempertemukan pelajar dari sejumlah sekolah sehingga menjadi ruang untuk belajar bersama, bertukar pengalaman, dan membangun motivasi. Para siswa didorong untuk berani memiliki cita-cita dan mewujudkannya melalui proses belajar, usaha, serta ketekunan.

Mahasiswa Bergerak, Ilmu Memberi Dampak

Keterlibatan empat mahasiswa UNJ dalam Bimbel Teman Belajar memperlihatkan bagaimana ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat. Peran mahasiswa sebagai pengajar sekaligus pendamping belajar menjadi bentuk sederhana namun konkret dari kontribusi UNJ dalam memperluas akses pendidikan.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi ruang untuk mengasah kemampuan pedagogis, komunikasi, kepemimpinan, dan kepekaan sosial. Sementara bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa UNJ memberikan tambahan dukungan dalam proses belajar sekaligus motivasi bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.

Melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai ruang pengabdian dan kolaborasi masyarakat, UNJ terus mendorong ekosistem pendidikan tinggi yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mampu menghadirkan ilmu, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UNJ sebagai Kampus Berdampak, yakni menghadirkan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.