Bahas Domino dari Permainan Tradisional ke Olahraga Prestasi, Dekan FIKK UNJ Jadi Narasumber FGD PB PORDI

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Resmi Buka Kejuaraan Tenis Profesor…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Sinergi Alumni dan Almamater, IKA FBS Hadiri MUBES ke-10 IKA UNJ 2026

FT UNJ Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Gliter Jak Gelar Workshop Literasi Digital dan Robotika untuk Murid

UNJ Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang PR INDONESIA Awards 2026

SPs UNJ Integrasikan Nilai Bela Negara dalam PPG untuk Bentuk Karakter Guru Profesional dan Nasionalis

Rektor UNJ Apresiasi Juara Liga IKU dan Tegaskan Komitmen Kinerja Berdampak pada Penutupan Raker 2026

Jakarta, Humas UNJ – Prof. Nofi Marlina Siregar selaku Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ), hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI). FGD tersebut mengusung tema “Analisis dan Persepsi Akademisi Olahraga Terkait Domino dari Permainan Tradisional Menjadi Olahraga Prestasi” dan dilaksanakan pada 13 Februari 2026 di Pondok Rangi Lt. II, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini digelar dalam rangka penguatan kajian ilmiah terhadap arah kebijakan serta pengembangan olahraga domino sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga nasional. Forum diskusi menghadirkan akademisi, praktisi olahraga, serta pengurus organisasi olahraga untuk membedah peluang dan tantangan transformasi domino dari permainan tradisional menjadi cabang olahraga prestasi yang terstruktur dan berdaya saing.

Dalam paparannya, Prof. Nofi Marlina Siregar menekankan pentingnya pendekatan akademik dalam proses legitimasi suatu cabang olahraga. Menurutnya, transformasi domino menjadi olahraga prestasi harus didukung oleh landasan ilmiah yang kuat, mulai dari aspek regulasi permainan, sistem kompetisi, pembinaan atlet, hingga sport science yang menyertainya.

“Setiap cabang olahraga yang ingin berkembang secara nasional bahkan internasional harus memiliki basis kajian ilmiah yang komprehensif. Domino memiliki potensi besar, namun perlu penguatan pada sistem pembinaan, standardisasi aturan, serta dukungan riset untuk memastikan keberlanjutan dan prestasinya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa perguruan tinggi, khususnya FIKK UNJ, memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan olahraga berbasis riset dan inovasi. Kolaborasi antara organisasi olahraga dan institusi akademik dinilai penting untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan kajian ilmiah.

FGD ini diharapkan menghasilkan rumusan strategis yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan domino sebagai olahraga prestasi nasional. Melalui diskusi yang konstruktif, PB PORDI berkomitmen memperkuat tata kelola organisasi, sistem kompetisi, serta pembinaan atlet secara berjenjang.

Partisipasi Prof. Nofi Marlina Siregar dalam forum ini sekaligus menunjukkan komitmen FIKK UNJ dalam mendukung pengembangan cabang olahraga baru yang potensial, serta mempertegas peran akademisi dalam mendorong kemajuan sistem keolahragaan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan riset.