Jakarta, Humas UNJ — Semangat pantang menyerah dan kecintaan terhadap dunia pendidikan mengantarkan Muhammad Sadam Rizkylillah meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Magister Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) pada Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Gelombang Kedua di Sesi Kedua, pada 28 Oktober 2025.
Sadam, sapaan akrabnya, merupakan lulusan program fast track yang berhasil menyelesaikan studi magister dalam waktu kurang dari dua tahun setelah menamatkan pendidikan sarjana di Program Studi Pendidikan Teknik Elektro FT UNJ. Ia lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98, yang menjadi bukti nyata bahwa komitmen dan kerja keras dapat menghasilkan prestasi luar biasa.
Perjalanan akademik Sadam dimulai pada tahun 2023, saat ia mengikuti ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) di Fakultas Teknik. Di momen tersebut, ia mengetahui adanya program percepatan studi untuk mahasiswa berprestasi.
“Awalnya saya ragu karena waktu sangat sempit dan saya sedang menjalani praktik mengajar. Tapi saya berpikir, kalau tidak dicoba, saya tidak akan tahu hasilnya. Alhamdulillah, akhirnya diterima,” kenangnya.

Motivasi Sadam untuk melanjutkan studi di bidang pendidikan teknologi dan kejuruan berakar dari latar belakangnya sebagai lulusan SMK. Ia ingin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
“Saya ingin memberikan gagasan dan karya nyata agar pendidikan vokasi bisa lebih maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Selama menjalani studi magister, Sadam menghadapi tantangan besar dalam hal waktu dan jarak. Ia harus membagi peran sebagai mahasiswa, pekerja, dan peneliti. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, ia juga bekerja sebagai Content & Curriculum Developer di sebuah perusahaan manufaktur dan distribusi nasional, serta aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan konferensi.
“Saya kuliah di Jakarta Timur, bekerja di Jakarta Barat, dan tinggal di Tangerang. Kadang hanya tidur tiga jam, tapi semua terbayar dengan hasil yang saya capai hari ini,” tuturnya.
Dalam penelitian tesisnya, Sadam mengangkat tema evaluasi pembelajaran kejuruan berbasis proyek dengan judul Evaluasi Dampak Program Pembelajaran Instalasi Tenaga Listrik Berbasis Proyek di SMK Konsentrasi Keahlian TITL (Goal Free Evaluation di Wilayah Tangerang). Penelitian ini bertujuan mengukur dampak nyata pembelajaran berbasis proyek terhadap kualitas lulusan SMK.
“Penelitian ini saya dedikasikan untuk daerah asal saya, Tangerang. Saya juga membuat buku panduan pembelajaran berbasis proyek yang telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)-nya, agar bisa digunakan oleh para guru SMK,” jelasnya.

Predikat wisudawan terbaik yang diraih Sadam bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga bentuk penghormatan atas perjuangan dan doa orang tuanya. “Ibu saya meninggal saat saya baru memulai kuliah fast track. Sejak saat itu, setiap langkah yang saya ambil saya niatkan sebagai doa untuk beliau,” ungkapnya dengan haru.
Kini, Sadam terus berkiprah di dunia pendidikan dan industri dengan semangat untuk terus belajar dan berbagi. Ia berencana mengembangkan diri sebagai educator, trainer, dan public speaker, serta berharap dapat melanjutkan studi ke jenjang doktoral. “Bagi saya, UNJ bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat tumbuh dan menemukan arti perjalanan hidup. Setiap langkah di kampus ini adalah perjalanan penuh makna yang akan selalu saya kenang,” pungkasnya.