Berprestasi di MTQ Sejak SD, Anak Guru Agama Lulus Jadi Mahasiswa UNJ Lewat Jalur Musabaqah

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dukung Proyek Lingkungan Berkelanjutan, Peserta BSBI…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Luncurkan Innovation Challenge 2026 untuk Perkuat Ekosistem Inovasi Berdampak

Dukung Kemdiktisaintek, UNJ Jadi Lokasi Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda

Perkuat Integritas dan Tata Kelola, UNJ Gelar Kosinyering Strategi Pemenuhan WBK/WBBM 2026

Wamen Diktisaintek Tinjau Pelaksanaan Seleksi Cakepsek dan Cawakepsek SMA Unggul Garuda di UNJ

FISH UNJ Jalin Kemitraan Strategis dengan NIDA Thailand untuk Perkuat Riset dan Mobilitas Internasional

Jakarta, Humas UNJ – Di balik gerbang Universitas Negeri Jakarta (UNJ), tersimpan beragam kisah perjuangan mahasiswa baru yang layak diapresiasi. Salah satunya datang dari Fakhira Mekka Maulida, gadis asal Bogor yang berhasil diterima di UNJ melalui seleksi PENMABA Mandiri Jalur Prestasi. Berkat pencapaiannya dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), khususnya cabang Fahmil Qur’an dan Kaligrafi, dirinya lulus diterima menjadi mahasiswa baru UNJ.

Lahir pada Mei 2006, Fakhira tumbuh dan belajar di lingkungan pesantren. Selama tujuh tahun, ia menempuh pendidikan di MA Nurul Furqon, sebuah madrasah yang juga berfungsi sebagai pondok pesantren tempat ia mengabdi. Meski jauh dari rumah dan hanya dapat pulang beberapa hari dalam setahun, semangat belajarnya tak pernah surut.

“Ayah saya seorang guru agama, dan ibu seorang PNS sekaligus kepala sekolah TK. Walaupun saya lebih banyak tinggal di pondok, dukungan mereka tidak pernah kurang, baik secara moril maupun fasilitas saat saya mengikuti musabaqah,” ujar Fakhira.

Fakhira berada baris ketiga dari kiri

Kecintaan Fakhira terhadap Al-Qur’an dan dunia musabaqah dimulai sejak kelas VI SD. Awalnya, ia mengikuti lomba kaligrafi atas ajakan pamannya yang saat itu menjadi dewan hakim di festival MTQ. Namun, gairah sejatinya ia temukan di cabang Fahmil Qur’an, yang menguji wawasan dan pemahaman Al-Qur’an secara tim. Di sinilah semangatnya mulai tumbuh.

Melalui pesan whatsApp, Fakhira menjelaskan bahwa MTQ merupakan festival keagamaan Islam yang bertujuan mengagungkan Al-Qur’an. Selain lomba membaca Al-Qur’an dengan Qira’at, MTQ juga mencakup berbagai cabang lain seperti Kaligrafi (MKQ), Fahmil Qur’an (MFQ), Syarhil Qur’an (MSQ), Karya Tulis Ilmiah (M2IQ), Tahfidz (MHQ), serta Tafsir dalam berbagai bahasa.

“Guru saya, Ustaz Sholahudin, yang pertama kali mendorong saya untuk mencoba Fahmil Qur’an. Saya merasa ini adalah jalur saya, karena saya bisa belajar Al-Qur’an lebih dalam dan luas,” tuturnya.

Berbagai kejuaraan berhasil diraih Fakhira, di antaranya:

  1. Juara III MFQ Provinsi Bekasi (2024) dan Kota Bekasi (2023);
  2. Juara II MFQ Kabupaten Bogor dan Kota Bogor (2022);
  3. Juara II MFQ di Badung (2022); dan
  4. Juara II Kaligrafi Kontemporer Jasinga (2018).

Prestasi tersebut mengantarkannya ke Program Studi Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, sesuai dengan cita-citanya untuk berkontribusi dalam pengelolaan yayasan keluarga yang bergerak di bidang pendidikan.

“Saya memilih Manajemen Pendidikan karena ingin mengembangkan tata usaha yayasan keluarga, ditambah pengalaman saya sebagai Sekretaris Roisah di pondok,” jelasnya.

Meski sempat merasa pesimis saat melihat peserta lain yang tampak lebih unggul, Fakhira tetap berpegang pada pesan gurunya: “Kalau sudah ikhtiar, tinggal tawakal dan doa.”

Kini, Fakhira memulai langkah barunya sebagai mahasiswa dengan penuh harapan. Ia menargetkan predikat cumlaude dan ingin menjadi perempuan yang berpotensi, membanggakan keluarga, serta bermanfaat bagi masyarakat.

“Rencana setelah lulus masih saya pikirkan, tapi yang pasti saya ingin terus berkembang dan bermanfaat. Jalannya mungkin belum terlihat sekarang, tapi insyaallah akan saya temukan,” tutupnya penuh keyakinan.