JAKARTA, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Pembelajaran untuk Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) jenjang SMP dan SMA Tahun Ajaran 2026/2027. Rekrutmen ini menjadi bagian dari dukungan UNJ terhadap pelaksanaan program strategis Direktorat Sekolah Nasional Terintegrasi, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Melalui program tersebut, tenaga pendamping akan ditempatkan di tiga lokasi, yaitu Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur; Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara; dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Setiap lokasi menyediakan 12 formasi yang mencakup berbagai mata pelajaran sesuai kebutuhan sekolah.
Mata pelajaran yang dibuka dalam rekrutmen ini meliputi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes), Bahasa Inggris, Bimbingan dan Konseling, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Pancasila, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Agama, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), serta Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Agama islam, agama kristen protestan.
Koordinator Pelaksana Program sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ, Aip Badrujaman, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan pendamping pembelajaran yang mampu mendukung proses belajar mengajar di sekolah sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di wilayah penugasan.
“Program ini membuka kesempatan bagi lulusan PPG maupun guru non-ASN yang telah memiliki sertifikat pendidik untuk berkontribusi secara langsung dalam penguatan pembelajaran di Sekolah Nasional Terintegrasi. Kami berharap peserta yang terpilih memiliki kompetensi akademik, kemampuan beradaptasi, serta komitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik,” ujar Aip.
Menurut Aip, keberadaan tenaga pendamping pembelajaran tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga mendukung pengembangan lingkungan belajar yang efektif melalui perencanaan pembelajaran, pendampingan peserta didik, pelaksanaan evaluasi hasil belajar, hingga penyusunan laporan perkembangan secara berkala.
“Pendamping pembelajaran diharapkan menjadi mitra bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Karena itu, selain penguasaan bidang studi, peserta juga perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran, komunikasi yang baik, kreativitas, dan kemampuan mengelola kelas,” katanya.
Rekrutmen ini ditujukan bagi lulusan PPG Prajabatan atau PPG Calon Guru yang telah terdaftar dalam pangkalan data Kemendikdasmen. Selain itu, guru non-ASN yang terdaftar di Dapodik dan memiliki sertifikat pendidik yang tercatat di pangkalan data Kemendikdasmen juga dapat mengikuti seleksi.
Sejumlah persyaratan administrasi harus dipenuhi pelamar, di antaranya warga negara Indonesia, berusia maksimal 32 tahun per 1 Juli 2026, tidak pernah dipidana, tidak pernah diberhentikan tidak hormat dari instansi pemerintah maupun swasta, serta tidak berstatus sebagai CPNS, PNS, PPPK, PPPK Paruh Waktu, TNI, maupun Polri. Pelamar juga tidak boleh menjadi anggota atau pengurus partai politik dan harus bersedia ditempatkan di salah satu lokasi penugasan.
Dari sisi kompetensi, pelamar diwajibkan memiliki kualifikasi pendidikan minimal S-1 atau D-IV sesuai bidang yang dilamar dengan IPK minimal 3,25. Persyaratan lain meliputi kondisi sehat jasmani dan rohani, bebas penyalahgunaan narkotika, kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran, kemampuan berbahasa Inggris secara aktif, serta memiliki keterampilan komunikasi dan pengelolaan kelas. Pengalaman mengajar di Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
Tenaga pendamping yang lolos seleksi akan memperoleh kontrak kerja selama lima bulan dengan honorarium sebesar Rp7 juta hingga Rp9 juta per bulan. Masa penugasan berlangsung mulai 3 Agustus hingga 31 Desember 2026 dan dapat diperpanjang paling lama satu tahun sesuai kebutuhan program.
Proses rekrutmen dimulai dengan pendaftaran dan seleksi administrasi pada 28–31 Juli 2026, dilanjutkan seleksi wawancara dan bidang studi pada 1–2 Agustus 2026. Hasil seleksi diumumkan pada 3 Agustus 2026, yang sekaligus menjadi awal penempatan tenaga pendamping di masing-masing lokasi.
Aip berharap rekrutmen ini dapat menjaring tenaga pendidik muda yang memiliki semangat mengabdi dan kesiapan bekerja di berbagai daerah.
“Melalui program ini kami ingin memberikan ruang bagi calon guru dan guru profesional untuk memperoleh pengalaman yang bermakna sekaligus berkontribusi dalam pemerataan mutu pendidikan. Kami mengajak para kandidat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan ini dan menjadi bagian dari pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi,” tuturnya.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman [https://snt.unj.ac.id], sedangkan informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui surat elektronik [snt@unj.ac.id].