Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali membuka peluang emas bagi calon mahasiswa melalui seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PENMABA) Mandiri Jalur Prestasi tahun 2025. Jalur ini mencakup berbagai bidang unggulan, mulai dari tahfiz, seni, sastra, sains, sosial-humaniora, pramuka, olahraga, musabaqah, hingga keaktifan di organisasi sekolah seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Dari sekian banyak peserta yang mengikuti seleksi dan dinyatakan lulus melalui jalur prestasi ini, dua pelajar inspiratif menonjol berkat kiprah dan dedikasi mereka dalam dunia organisasi. Mereka diantaranya adalah Muhammad Syahrul Minwari dari SMK Negeri 19 Jakarta Pusat dan Arlin Nur Syahtian dari SMA Negeri 1 Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat. Keduanya berhasil melewati proses seleksi yang ketat dan kini resmi menyandang status sebagai mahasiswa UNJ.

Muhammad Syahrul Minwari atau biasa dipanggil Syahrul diterima di Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Syahrul menuturkan bahwa jalur prestasi merupakan kesempatan emas bagi pelajar seperti dirinya yang aktif dalam organisasi sekolah. Selama menjabat sebagai Ketua Umum OSIS periode 2024–2025, serta Sekretaris pada periode sebelumnya, ia juga mencatatkan sejumlah prestasi seperti menjadi pasukan pengibar bendera tingkat kecamatan dan panitia Forum Pelajar Nasional (FPN) di RRI.
“Jalur ini adalah bentuk apresiasi atas perjuangan kami di sekolah,” ujar Syahrul. Ia menegaskan bahwa seleksi PENMABA Mandiri jalur prestasi di UNJ menuntut kesiapan mental dan visi yang kuat, sebab peserta harus melewati proses esai, video, dan wawancara mendalam.
Lahir dari keluarga sederhana, ayah Syahrul berprofesi seorang penjahit dan ibunya seorang asisten rumah tangga. Saat diterima menjadi mahasiswa UNJ, Syahrul membawa tekad besar.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana juga bisa sukses lewat pendidikan”, ungkap Syahrul.

Sementara itu, Arlin Nur Syahtian atau biasa disapa Arlin diterima di Program Studi Bisnis Digital FEB dan menjadi peserta didik pertama dari sekolahnya yang lolos ke UNJ melalui jalur prestasi. Jejak organisasinya mengesankan, dari Ketua MPK-OSIS, Ketua Komisi A, Ketua Broadcast, hingga pendiri komunitas “Gerakan Anak Bangsa (GAB)”.
Arlin juga menorehkan banyak prestasi, seperti Medali Perak Olimpiade Fisika dan PKN dalam Event Kesaktian Pancasila, Juara Public Speaking, serta Finalis Lomba Video Pariwisata tingkat Kabupaten Cianjur.
“Pengalaman saya di organisasi kini menjadi batu loncatan menuju impian,” ujar Arlin. Ia juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dan guru dalam prosesnya, serta mengajak pelajar lain agar tak ragu aktif di organisasi sekolah.
Baik Syahrul maupun Arlin menegaskan bahwa jalur prestasi di UNJ merupakan wujud nyata penghargaan terhadap pelajar yang konsisten berkarya dan berorganisasi. Proses seleksi yang ketat bukan halangan, melainkan pemicu untuk tampil terbaik.
Keduanya kini bersiap menjalani kehidupan kampus dengan semangat tinggi, membawa misi mengharumkan nama sekolah, keluarga, dan tentu saja almamater UNJ.
“Harapan saya setelah kuliah adalah bisa belajar, bersosialisasi, meraih prestasi, dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tutup Arlin.
Dengan kisah-kisah seperti ini, UNJ menegaskan komitmennya untuk membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi pelajar berprestasi dari berbagai latar belakang. Jalur prestasi bukan hanya soal nilai, tetapi juga karakter, dedikasi, dan cita-cita besar.