Jakarta, Humas UNJ — Semangat belajar yang tak pernah padam menjadi kunci kesuksesan Neng Herawani menjadi lulusan terbaik Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 pada Wisuda Gelombang Kedua di Sesi Kedua pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, guru, dan staf kesiswaan di SMAS Islam PB Soedirman Bekasi, Neng membuktikan bahwa dedikasi dan ketekunan mampu mengantarkannya pada prestasi akademik yang gemilang.
“Perjalanan studi saya penuh tantangan sekaligus pengalaman berharga. Saya harus menyeimbangkan peran sebagai ibu, guru, staf kesiswaan, dan mahasiswa pascasarjana. Walaupun melelahkan, semua itu melatih kedisiplinan, manajemen waktu, dan keteguhan hati,” ujarnya.
Menempuh pendidikan magister setelah jeda 17 tahun sejak menyelesaikan studi sarjana bukanlah hal yang mudah. Namun, bagi Neng, kesempatan berkuliah kembali di UNJ merupakan langkah besar untuk memperdalam keilmuan di bidang pendidikan bahasa Inggris dan memperbarui pendekatan pembelajaran di kelas.
“Motivasi utama saya adalah ingin terus berkembang sebagai pendidik. Dunia pendidikan terus berubah dan menuntut guru untuk selalu memperbarui pengetahuan. Dengan kuliah di UNJ, saya bisa belajar tentang inovasi pembelajaran, berpikir kritis, dan pentingnya riset dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa UNJ memiliki peran penting dalam membentuk pola pikirnya sebagai pendidik reflektif dan berbasis riset. “Kurikulum UNJ tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga aplikatif. Banyak mata kuliah yang langsung relevan dengan pekerjaan saya di sekolah,” tuturnya.
Dalam penelitiannya yang berjudul Infusing Scientific Literacy into the Transformative Project-Based Learning Model for the Research Methodology Course of the English Language Education Study Program (ELESP), Neng mengkaji bagaimana literasi ilmiah dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru.
“Penelitian ini berangkat dari keinginan saya agar mahasiswa tidak hanya memahami teori metodologi penelitian, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan praktik nyata di dunia pendidikan,” jelasnya.
Meski harus melewati banyak revisi dalam proses penulisan tesis, Neng menganggap pengalaman tersebut sangat berharga. “Setiap revisi mengajarkan saya arti ketekunan dan kesabaran. Saya belajar bahwa keberhasilan bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi tentang bagaimana kita terus belajar dan bertahan,” katanya.
Saat diumumkan sebagai wisudawan terbaik, Neng mengaku haru dan bersyukur. “Saya tidak pernah membayangkan bisa mendapatkan penghargaan ini. Tujuan awal saya kuliah bukan untuk mengejar predikat, melainkan untuk belajar dan berkembang sebagai pendidik. Tapi penghargaan ini membuktikan bahwa kerja keras tidak akan pernah sia-sia,” ucapnya dengan senyum bangga.
Ia menilai capaian ini bukan semata hasil kerja pribadi, tetapi juga buah dari dukungan banyak pihak. “Keluarga, dosen pembimbing, teman-teman seangkatan yang selalu memberi semangat dan pimpinan serta rekan-rekan SMAS Islam PB. Soedirman Bekasi yang telah mensupport study S2 saya. Keberhasilan ini adalah hasil kebersamaan dan dukungan mereka semua,” tuturnya.
Bagi Neng, menjadi wisudawan terbaik memiliki makna mendalam, baik secara pribadi maupun profesional. Ia bertekad menjadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus berkontribusi bagi dunia pendidikan. “Saya ingin terus berinovasi dalam mengajar, membimbing siswa, dan memberi inspirasi bagi rekan-rekan guru agar terus belajar,” katanya.
Ke depan, Neng berencana menerapkan hasil penelitiannya di sekolah tempat ia mengajar dan berkomitmen untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral.
“Kalau saya diminta menggambarkan pengalaman kuliah di UNJ dengan satu kata, saya pilih transformative. Karena UNJ bukan hanya mengubah kemampuan akademik saya, tetapi juga menumbuhkan nilai, visi, dan komitmen baru untuk terus berkontribusi bagi pendidikan,” pungkasnya.