Dekan FEB UNJ Bersama AFEBI Sampaikan Gagasan Strategis Pembangunan Ekonomi kepada Kemdiktisaintek

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Peringatan Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Soft…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Menaker Dorong Sinergi LPTK dan Industri untuk Perkuat Daya Saing Lulusan MIPA

FMIPA UNJ Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan AMLI 2026, Menaker RI Tekankan Pentingnya Lulusan Siap Kerja

Dosen FIP UNJ Dampingi Guru TK IGTKI Kota Bekasi Kembangkan Pembelajaran Literasi Digital Berbasis Deep Learning

UNJ Kembangkan Sistem IoT Deteksi Dini Banjir dan Perkuat Kader Digital di Nagari Pangian Sumbar

Dosen Fakultas Psikologi UNJ Edukasi Orang Tua tentang Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

JAKARTA, Humas UNJ – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ), Prof. Mohamad Rizan, menghadiri kegiatan berbagi gagasan (sharing) buku policy brief Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (3/8/26). Dalam kegiatan tersebut, Prof. Mohamad Rizan yang juga Dewan Pimpinan Nasional AFEBI beserta tim AFEBI memaparkan buku berjudul “Transformasi Kebijakan Strategis Nasional untuk Ketahanan, Kemakmuran, dan Daya Saing Perekonomian Indonesia” di hadapan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, beserta jajaran pimpinan Kemdiktisaintek.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya AFEBI memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam penyusunan kebijakan publik berbasis riset. Buku policy brief yang dipresentasikan merupakan hasil kolaborasi akademisi dari berbagai fakultas ekonomi dan bisnis anggota AFEBI yang menawarkan rekomendasi kebijakan terhadap sejumlah isu strategis pembangunan nasional.

Penyusunan buku tersebut merupakan tindak lanjut dari Sidang Pleno XXIII AFEBI yang berlangsung pada 6–8 Mei 2026 di UPN Veteran Jawa Timur. Dalam sidang tersebut, AFEBI menyepakati perubahan arah organisasi yang tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan mutu pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga memperluas peran melalui kontribusi nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia industri.

Perubahan orientasi tersebut diwujudkan melalui tagline baru, “AFEBI Berdampak”, yang selaras dengan semangat transformasi Kemdiktisaintek dalam mendorong perguruan tinggi menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembentukan AFEBI Research Institute sebagai wadah kolaborasi penelitian antarfakultas ekonomi dan bisnis di Indonesia.

Buku “Transformasi Kebijakan Strategis Nasional untuk Ketahanan, Kemakmuran, dan Daya Saing Perekonomian Indonesia” menjadi publikasi perdana AFEBI Research Institute dalam bentuk policy brief. Isinya memuat berbagai hasil kajian dan rekomendasi kebijakan mengenai isu-isu strategis, antara lain hilirisasi industri berbasis penguasaan teknologi, penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, transformasi kebijakan ketahanan pangan, pembangunan ekosistem halal nasional, penguatan kewirausahaan UMKM dalam mendukung hilirisasi, pengembangan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi digital, penguatan arsitektur pembiayaan sosial nasional, hingga mitigasi bencana yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Setiap kajian dalam buku tersebut disusun berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang bertujuan memberikan alternatif solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan. Selain mengidentifikasi persoalan, policy brief tersebut juga menawarkan rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif.

Prof. Mohamad Rizan mengatakan bahwa keterlibatan akademisi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

“Melalui buku policy brief ini, kami ingin menunjukkan bahwa hasil penelitian di perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan publik. Kolaborasi yang dibangun AFEBI memperlihatkan bagaimana kekuatan akademik dari berbagai perguruan tinggi dapat disatukan untuk menjawab persoalan-persoalan strategis bangsa,” ujar Prof. Mohamad Rizan.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi faktor penting agar hasil riset dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang implementatif dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pertemuan dengan Kemdiktisaintek juga menjadi ruang dialog antara akademisi dan pemerintah dalam membahas berbagai rekomendasi yang tertuang dalam policy brief tersebut. Melalui forum ini, AFEBI berharap berbagai gagasan yang disusun para peneliti dapat memperkaya proses perumusan kebijakan nasional, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan ekonomi Indonesia.

Partisipasi Prof. Mohamad Rizan dalam kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen FEB UNJ untuk terus berkontribusi dalam pengembangan kebijakan berbasis riset melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat peran akademisi dalam menghasilkan solusi yang relevan terhadap kebutuhan pembangunan nasional.