Dekan FIKK UNJ bersama Guru Besar UNDIKSHA Melaju ke Babak Final Tenis ATPI 2025

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Feature
  4. »
  5. Mengawal Momentum, Merancang Masa Depan: Peran…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Komitmen UNJ Tingkatkan Lulusan Berdaya Saing Global melalui Employer Meeting dan Kolaborasi Dunia Industri

BP3 selenggarakan Pembekalan dan Pelepasan PKM Semester 124 Tahun 2026

Perkuat Relevansi Lulusan, FIKK UNJ Gelar Employer Meeting 2026 dan Bangun Kolaborasi Strategis dengan DUDI

FMIPA UNJ Perkuat Kurikulum, Riset, dan Inovasi Industri Lewat Equity in Excellence

FIP UNJ Dorong Konektivitas Akademik–Industri Lewat Equity in Excellence untuk Pendidikan Berdampak

Jakarta, Humas UNJ – Kabar membanggakan datang dari turnamen tenis antar profesor di Indonesia. Prof. Nofi Marlina Siregar, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ), bersama rekannya Prof. I Wayan Artanayasa dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), berhasil melaju ke babak final Turnamen Tenis ATPI 2025 dalam Ganda Campuran.

Pertandingan final digelar pada Minggu, 22 Juni 2025, di Lapangan Tenis Bea Cukai, Jalan Jenderal A. Yani (Bypass), Jakarta Timur. Keduanya memastikan tiket final setelah mengalahkan pasangan tangguh Prof. Sapta Kunta Purnama dan Prof. Sri Sulistyowati dari UNS dan akan menghadapi laga final dengan Prof. Soetriono berpasangan dengan Prof. Tri Candra Setiawati dari Universitas Jember.

Di sela-sela turnamen, Prof. Nofi Marlina Siregar membagikan tips menjaga kebugaran fisik, terutama bagi atlet senior yang tetap aktif bertanding. “Menjaga pola tidur yang baik, asupan makanan bergizi, serta konsumsi vitamin adalah kunci utama. Selain itu, pijat sebelum dan sesudah pertandingan juga penting untuk menjaga kondisi otot,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti tantangan dalam turnamen ini, terutama dorongan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi UNJ sebagai tuan rumah. “Tantangan dari lawan bisa diatasi dengan strategi dan taktik permainan yang tepat. Namun, tantangan terbesar justru datang dari dalam diri, yaitu keinginan untuk tampil maksimal,” jelasnya.

Prof. Nofi optimistis bahwa pengalaman dan pelatihan yang dijalani di UNJ akan menjadi modal penting untuk meraih hasil terbaik di partai final. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNJ, Prof. Komarudin, atas dukungan penuh selama penyelenggaraan turnamen.

“Dukungan dari civitas akademika UNJ sangat luar biasa, baik secara materi maupun moril. Terutama perhatian dari Pak Rektor yang sangat besar terhadap event ini,” tuturnya.

Menutup wawancara, Prof. Nofi menyampaikan rasa syukurnya bisa mencapai babak final dan berharap dapat mempersembahkan medali emas untuk UNJ. “Saya senang bisa sampai di final. Semoga bisa memberikan permainan terbaik dan mencapai target utama, yaitu meraih emas,” pungkasnya.