Dekan FIKK UNJ Terpilih sebagai Sekretaris Forum Dekan FIK Indonesia Periode 2025-2029

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

Bali, Humas UNJ — Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Indonesia kembali menggelar pertemuan nasional pada 1–3 Agustus 2025 di Hotel Haris Kuta Galeria, Bali. Agenda strategis tersebut menghasilkan kepengurusan baru Forum Dekan FIK Indonesia Periode 2025-2029. Pada kepengurusan Forum Dekan FIK Indonesia Periode 2025-2029, Prof. Nurul Ihsan dari FIK UNP sebagai Ketua Umum, Prof. Nofi Marlina Siregar selaku Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ), terpilih sebagai Sekretaris, dan Prof. Agus Rusdiana dari FPOK UPI sebagai Bendahara.

Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Indonesia ini memiliki peran strategis dalam pembangunan keolahragaan nasional, terlebih dalam mendukung target ambisius Indonesia untuk masuk peringkat lima besar Olimpiade tahun 2044. Dalam konteks ini, peran akademisi melalui dukungan sport science dan inovasi pembinaan menjadi krusial.

Pertemuan tiga hari tersebut tidak hanya berfokus pada serah terima jabatan, tetapi juga menggelar dialog penting dengan tim tenaga keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membahas skema beasiswa LPDP khusus olahraga, pertemuan dengan KONI Pusat, serta konsolidasi program-program strategis nasional keolahragaan berbasis akademik.

Dalam sambutan virtualnya pada 2 Agustus 2025, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman menyampaikan apresiasi kepada seluruh akademisi keolahragaan yang hadir dan menekankan pentingnya sinergi antara KONI dan kampus. “Sport science jangan hanya jadi lip service. Harus kita kerjakan penerapannya. Prestasi olahraga nasional tak akan lahir dari sistem yang berjalan sendiri-sendiri,” tegas Marciano.

Lebih lanjut, Marciano menyoroti potensi besar universitas yang memiliki fakultas keolahragaan untuk berperan aktif dalam pembinaan atlet di tingkat provinsi hingga nasional. “Tanpa kolaborasi dengan Bapak/Ibu akademisi, saya tidak yakin Indonesia bisa mencapai target lima besar dunia,” tegasnya. Ia juga membuka peluang untuk penyelenggaraan kompetisi olahraga antar-kampus sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem pembinaan prestasi sejak dini.

Dalam pertemuan ini, hadir pula sejumlah tokoh penting akademisi keolahragaan dari berbagai perguruan tinggi, seperti Prof. Nofi Marlina Siregar dari FIKK UNJ, Hartono Hadjarati dari FOK UNG, Prof. Imran Akhmad dari FIK Unimed, I Ketut Yoda dari FOK Undiksha, Prof. Agus Rusdiana dari FPOK UPI), Fredrik Alfrets Makadada dari FIKKM UNIMA, Prof. Sapta Kunta Purnama dari FKOR UNS, Hedi Ardiyanto Hermawan dari FIKK UNY, Prof. Sapto Adi dari FIK UM, Prof. Tri Setyo Guntoro dari FIK UNCEN, Taufiq Hidayah dari FIK UNNES, dan Irmantara Subagio dari FIKK UNESA, serta peserta lainnya dari kampus di seluruh Indonesia.

Sebagai Sekretaris Forum Dekan FIK Indonesia Periode 2025-2029 yang baru, Prof. Nofi Marlina Siregar menyampaikan pentingnya memperkuat peran akademisi keolahragaan dalam struktur kebijakan olahraga nasional. “Bagaimana kita mau bicara prestasi puncak bila kebugaran masyarakat kita masih rendah?” tegas Nofi. Ia menambahkan bahwa kampus memiliki SDM yang sangat spesifik dan kompeten, mulai dari fisiologi olahraga, psikologi olahraga, manajemen, hingga terapi olahraga yang seharusnya lebih terintegrasi dalam sistem pembinaan nasional. “Kami siap berkontribusi dengan keahlian kami. Tinggal bagaimana SDM ini bisa diakses dan dilibatkan secara optimal,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi forum konsolidasi antar-fakultas keolahragaan di Indonesia untuk merancang program kolaboratif ke depan, termasuk pendirian pusat riset olahraga terapan, pengembangan kurikulum sport science berbasis kebutuhan prestasi daerah, serta inisiasi kompetisi olahraga berbasis kampus.

Forum Dekan FIK Indonesia sebagai wadah koordinasi nasional memiliki peran strategis bukan hanya dalam pengembangan akademik, tetapi juga sebagai penggerak sinergi lintas lembaga untuk menjawab tantangan prestasi olahraga Indonesia. Dengan komposisi kepengurusan yang kuat dan latar belakang keahlian yang beragam, forum ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia olahraga prestasi. Dengan kepengurusan baru ini, Forum Dekan FIK Indonesia optimistis melangkah lebih progresif dalam memperkuat peran akademisi sebagai motor penggerak sport science untuk Indonesia Emas 2045.