Dialog Pendidikan UNJ dan Mappi Rumuskan Masa Depan Daerah Berbasis Investasi SDM

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Dialog Pendidikan UNJ dan Mappi Rumuskan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Workshop Tata Kelola Kerja Sama, Dorong Implementasi Nyata dan Peningkatan IKU 5

Mahasiswa FIP UNJ Raih Juara 3 Poster Ilmiah pada KOMPAK Tingkat Nasional 2026

Sivitas Prodi PGPAUD FIP UNJ Raih Juara 3 pada Kegiatan APG PAUD 2026 di Bali

UNJ dan Sudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Profesional Guru PJOK

UNJ Gelar Cek Kesehatan Mental dan Fisik Gratis, Dorong Sivitas Akademika Lebih Peduli Kesehatan Diri

Mappi, Humas UNJ – Investasi pada sektor pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun masa depan Kabupaten Mappi yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Dialog Masa Depan Mappi melalui Investasi Pendidikan” yang diselenggarakan pada Rabu, 1 Juli 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Kegiatan ini mempertemukan jajaran pimpinan Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, serta delegasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam sebuah forum yang membahas arah pengembangan pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Dialog berlangsung dalam suasana hangat dan partisipatif. Para peserta tidak hanya membahas tantangan pendidikan di wilayah Mappi, tetapi juga merumuskan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas guru, serta perluasan akses pendidikan yang relevan dengan karakteristik daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mappi, Maria Goreti Letsoin, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan wajah Mappi pada masa mendatang. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia agar kemajuan daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mappi terus berkomitmen memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil. Kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya UNJ, dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas guru, meningkatkan mutu pembelajaran, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak pembangunan daerah.

“Investasi terbaik yang dapat kita lakukan hari ini adalah investasi pada pendidikan. Ketika anak-anak Mappi memperoleh pendidikan yang berkualitas, mereka akan kembali membangun daerahnya dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Ifan Iskandar memaparkan konsep Nature School (Sekolah Alam) sebagai salah satu inovasi pendidikan yang relevan diterapkan di Kabupaten Mappi. Menurutnya, kondisi geografis Mappi yang kaya akan hutan, rawa, sungai, dan keanekaragaman hayati justru menjadi modal besar untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis lingkungan.

Prof. Ifan menjelaskan bahwa Sekolah Alam merupakan pendekatan pendidikan yang menjadikan alam sebagai ruang belajar utama. Pembelajaran tidak lagi terbatas di dalam kelas, melainkan berlangsung melalui pengalaman langsung di lingkungan sekitar. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik didorong untuk belajar melalui observasi, eksplorasi, permainan edukatif, serta pemecahan masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

“Alam Mappi adalah laboratorium belajar yang sangat kaya. Anak-anak dapat mempelajari sains, matematika, bahasa, seni, hingga pendidikan karakter melalui pengalaman nyata di lingkungan mereka sendiri. Pembelajaran seperti ini akan lebih bermakna karena dekat dengan kehidupan peserta didik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Sekolah Alam mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada anak, di mana rasa ingin tahu menjadi penggerak utama proses belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Prof. Ifan, pendekatan tersebut juga mampu membentuk karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan ketahanan diri peserta didik. Selain meningkatkan capaian akademik, pembelajaran berbasis alam diyakini mampu menumbuhkan kesadaran ekologis yang menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Hapidin selaku Sekretaris Majelis Wali Amanat UNJ, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau sarana prasarana, tetapi juga oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, perguruan tinggi, dan masyarakat harus membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung agar setiap anak memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Ketika seluruh unsur masyarakat bergerak dalam satu visi, maka kualitas sumber daya manusia akan meningkat dan menjadi modal utama pembangunan daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Mappi yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dalam sesi berikutnya, Prof. C. Rudy Prihantoro selaku Ketua Komisi Pendidikan Senat Akademik UNJ, menyoroti pentingnya transformasi pembelajaran agar mampu menjawab tantangan abad ke-21.

Menurutnya, sekolah perlu mengembangkan proses belajar yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata. Guru tidak lagi hanya menjadi penyampai materi, tetapi menjadi fasilitator yang mampu membimbing peserta didik menemukan pengetahuan melalui pengalaman belajar yang aktif.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan masa depan harus mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, serta kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan seperti Sekolah Alam sangat relevan diterapkan karena mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kondisi nyata yang dihadapi peserta didik.

Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari para kepala sekolah serta guru mengenai implementasi pembelajaran berbasis alam di Mappi, pengembangan kompetensi guru, hingga strategi membangun sekolah yang adaptif terhadap karakteristik lokal.

Melalui forum tersebut, para peserta sepakat bahwa investasi pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan Kabupaten Mappi. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mappi, Dinas Pendidikan, sekolah, dan Universitas Negeri Jakarta diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi pendidikan yang sesuai dengan potensi lokal sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjadikan pendidikan sebagai penggerak transformasi daerah. Dengan memanfaatkan kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal sebagai sumber belajar, Mappi memiliki peluang besar membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan guna mencetak generasi unggul yang siap membawa kemajuan bagi Papua Selatan dan Indonesia.