Direktorat Aset UNJ Gelar Pelatihan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Daftar 20 Dosen UNJ dengan H-Indeks…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Siapkan Instrumen Seleksi 500 Calon Guru SMA Unggul Garuda Baru untuk Empat Wilayah Strategis Nasional

Bahas Potensi Kerja Sama Strategis, UNJ Sambut Kunjungan Kerja BPS RI

UNJ Jajaki Kerja Sama dengan Kedubes Mozambik dalam Bidang Akademik

Perkuat Sinergi Alumni dan Almamater, IKA FBS Hadiri MUBES ke-10 IKA UNJ 2026

FT UNJ Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Gliter Jak Gelar Workshop Literasi Digital dan Robotika untuk Murid

Jakarta, Humas UNJ – Direktorat Aset Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Pelatihan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung pada 13–14 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Teknik, Lantai 10 Gedung A SFD UNJ.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memastikan penerapan standar keselamatan kebakaran gedung sesuai ketentuan perundang-undangan di lingkungan kampus. Materi pelatihan mencakup pemahaman sistem proteksi kebakaran, peningkatan kesiapsiagaan dan kemampuan respons darurat, serta penguatan koordinasi antarunit dalam menghadapi potensi kebakaran.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai unit pengelola aset, antara lain staf pengembangan infrastruktur, pengelola aset pusat, pengelola aset fakultas, serta unit pengembangan infrastruktur UNJ. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Aset UNJ ini menjadi bagian dari penguatan sistem keselamatan kebakaran di kampus.

Direktur Aset UNJ, Ja’far Amiruddin, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam pencegahan dan mitigasi kebakaran. Menurutnya, risiko kerugian jiwa maupun kerusakan aset dapat diminimalkan melalui peningkatan kesiapan dan pemahaman seluruh pihak terkait.

“Karakteristik gedung di kampus UNJ saat ini cenderung mengarah pada bangunan bertingkat tinggi yang memiliki tingkat risiko tinggi (high risk building). Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk mendukung kinerja sistem manajemen keselamatan kebakaran di UNJ,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, UNJ berharap seluruh unit terkait mampu menerapkan standar keselamatan kebakaran secara optimal sehingga tercipta lingkungan kampus yang aman, tangguh, dan siap menghadapi kondisi darurat.