Dorong Potensi Desa Wisata, Tim PKM UNJ Gelar Program “Mengolahragakan Masyarakat Indramayu” untuk Tingkatkan Kapasitas SDM

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ dan Communication University of Zhejiang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mengenal Batavia Team UNJ, Wadah Inovasi Kendaraan Hemat Energi dan Mobilitas Berkelanjutan

UNJ Tuan Rumah Sarasehan Diaspora Indramayu, Bahas Pengembangan Potensi Daerah

Dit. Mawani UNJ Apresiasi Peran Ormawa dan Opmawa Sukseskan PKKMB 2026

Kembangkan Layanan Kesehatan dan Sport Science, UNJ Resmikan UUK Pusat Rehabilitasi Medik

UNJ dan Royal University of Bhutan Jajaki Kerja Sama di Bidang Pendidikan

INDRAMAYU, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pendukung desa wisata di Kabupaten Indramayu melalui program “Mengolahragakan Masyarakat Indramayu untuk Meningkatkan Kapasitas SDM Pendukung Desa Wisata.” pada 8/8/2026. Program ini memanfaatkan aktivitas olahraga sebagai sarana membangun kebugaran, kedisiplinan, kebersamaan, dan karakter masyarakat yang menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata .

Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat, tetapi juga membangun kesiapan SDM lokal dalam mendukung aktivitas pariwisata. Masyarakat yang sehat, aktif, dan memiliki kemampuan bekerja sama dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan lingkungan desa wisata yang nyaman serta memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan.

Ketua Tim PKM, Fatah Nurdin, mengatakan olahraga memiliki peran strategis dalam membangun kualitas manusia. Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam, budaya, dan produk lokal, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang sehat, aktif, dan mampu memberikan pelayanan secara optimal.

“Melalui program ini, kami ingin membangun gaya hidup sehat sekaligus memberikan edukasi dan membentuk karakter SDM yang sehat dan energik. Desa wisata tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi warganya juga harus sehat sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada pengunjung,” ujar Fatah.

Menurutnya, aktivitas olahraga yang dilakukan secara terstruktur dapat menjadi media untuk menanamkan sejumlah nilai positif, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terlibat langsung dalam pengelolaan maupun pelayanan di desa wisata.

Program PKM ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami bahwa olahraga tidak semata-mata berkaitan dengan prestasi, tetapi merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

Dalam konteks pengembangan desa wisata, SDM lokal memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan wisatawan. Masyarakat berperan dalam berbagai aspek, mulai dari memberikan informasi destinasi, menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, mengembangkan aktivitas wisata, hingga memperkenalkan potensi budaya dan produk unggulan desa.

Karena itu, peningkatan kapasitas SDM perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berfokus pada aspek teknis pariwisata. Pembentukan pola hidup sehat dan karakter masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan SDM yang produktif, responsif, dan mampu bekerja secara kolaboratif.

Fatah menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan program pemberdayaan dapat memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat menjadi awal dari kebiasaan positif masyarakat. Ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk berolahraga secara rutin, menjaga kesehatan, dan membangun semangat kebersamaan, hal tersebut akan menjadi modal sosial yang kuat bagi pengembangan desa wisata,” katanya.

Melalui program tersebut, Tim PKM UNJ juga mendorong masyarakat untuk menjadikan aktivitas olahraga sebagai bagian dari budaya hidup sehat. Keterlibatan aktif masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus memperkuat interaksi sosial antarmasyarakat.

Program “Mengolahragakan Masyarakat Indramayu” pada akhirnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas masyarakat dalam mendukung sektor pariwisata. Kolaborasi antara UNJ dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan SDM desa wisata yang sehat, produktif, berkarakter, dan memiliki kesiapan dalam memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

Dengan penguatan kualitas SDM yang berjalan seiring dengan pengembangan potensi alam dan budaya, desa wisata di Indramayu diharapkan mampu tumbuh secara lebih berkelanjutan. Olahraga pun dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat untuk membangun desa wisata yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga didukung oleh masyarakat yang sehat, aktif, dan berdaya saing.