Dosen FMIPA dan FEB UNJ Gelar Program Community Development EQUITY LPDP–UNJ untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan PEKKA di Kota Depok

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Refleksi Hardiknas Dalam Kilasan Pemikiran Tiga…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dosen FT UNJ Latih UMKM Jatinegara Kaum Kembangkan Produk Singkong dan Pemasaran Digital

Dosen FT UNJ Latih Kader PKK Jatinegara Kaum Jadi Affiliate TikTok

Dua Mahasiswa UNJ Melaju ke Pilmapres Nasional 2026

Dosen UNJ Bekali Warga Kampung Melayu Keterampilan Jahit dan Pemasaran Digital

FEB UNJ Terima Benchmarking Pengembangan Magister Manajemen UAI

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak melalui Program Community Development EQUITY LPDP–UNJ. Mengusung semangat pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga, tim dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ menyelenggarakan kegiatan “PEKKA Cerdas Berdaya” di Aula Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada 25 Juni 2026.

Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan, kewirausahaan, dan pendidikan keluarga bagi 26 anggota Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di Kelurahan Abadijaya. Para peserta merupakan perempuan yang berperan sebagai kepala keluarga maupun ibu rumah tangga yang tidak hanya bertanggung jawab mengelola ekonomi keluarga, tetapi juga mendampingi pendidikan anak dan membangun ketahanan keluarga.

Kegiatan ini diinisiasi oleh tim dosen UNJ yang terdiri atas Mimi Nur Hajizah dan Agus Agung Permana dari Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA, serta Muhammad Yusuf dari Program Studi Akuntansi FEB. Program tersebut juga menghadirkan kolaborasi internasional bersama Prof. Geoffrey Harvey Tanakinjal, Dekan Labuan Faculty of International Finance, Universiti Malaysia Sabah, yang berbagi pengalaman mengenai pemberdayaan usaha mikro dan pengelolaan keuangan keluarga berbasis komunitas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Lurah Abadijaya, Suryadi, bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Kelurahan Abadijaya, Putri Floura. Kehadiran pemerintah kelurahan menjadi wujud dukungan terhadap penguatan kapasitas perempuan sebagai salah satu pilar pembangunan masyarakat.

Pada sesi utama, Prof. Geoffrey Harvey Tanakinjal menekankan bahwa membangun usaha tidak selalu harus diawali dengan modal besar. Menurutnya, kebiasaan menabung secara konsisten, mengelola pengeluaran dengan disiplin, serta memisahkan keuangan rumah tangga dan usaha merupakan fondasi utama bagi tumbuhnya usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan pentingnya pencatatan keuangan sederhana agar pelaku usaha mampu mengetahui perkembangan usahanya secara objektif. Dengan pencatatan yang baik, pelaku usaha dapat mengevaluasi modal, penjualan, keuntungan, hingga arus kas sehingga keputusan bisnis menjadi lebih terukur.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan pinjaman secara bijaksana. Utang, menurut Geoffrey, sebaiknya dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang mampu menghasilkan nilai tambah, bukan untuk kebutuhan konsumtif yang justru dapat membebani kondisi keuangan keluarga.

Dalam pemaparannya, Geoffrey juga membagikan pengalaman sukses pendampingan usaha mikro di Malaysia. Ia menceritakan bagaimana pelaku usaha kecil mampu berkembang dari satu kios menjadi delapan kios melalui disiplin mengelola keuangan, budaya menabung, serta penguatan jejaring komunitas. Bahkan, terdapat kelompok usaha yang sebelumnya menjadi penerima zakat, kemudian berhasil berkembang hingga menjadi pemberi zakat. Kisah tersebut memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi para peserta bahwa usaha kecil dapat tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan apabila dikelola secara disiplin dan kolaboratif.

Semangat pemberdayaan ekonomi kemudian dipadukan dengan penguatan pendidikan keluarga. Mimi Nur Hajizah mengajak para peserta memanfaatkan aktivitas usaha sehari-hari sebagai media pembelajaran bagi anak. Melalui pengelolaan usaha keluarga, anak dapat belajar mengenai konsep berhitung, pengelolaan uang, pentingnya menabung, hingga nilai kerja keras dan tanggung jawab sejak dini.

Sebagai penutup, Agus Agung Permana memperkenalkan berbagai alat peraga matematika dan media pembelajaran sederhana yang dapat digunakan orang tua untuk mengembangkan kemampuan numerasi anak di rumah. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih menyenangkan sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

Melalui Program PEKKA Cerdas Berdaya, UNJ tidak hanya menghadirkan pelatihan kewirausahaan, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan perempuan yang mengintegrasikan literasi keuangan, penguatan ekonomi keluarga, dan pendidikan anak dalam satu pendekatan yang holistik. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi UNJ dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan).

Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan mitra internasional, UNJ terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan inovasi dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang berani bertumbuh, mandiri secara ekonomi, dan mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga serta komunitasnya.