DOSEN FMIPA UNJ IRWANTO KEMBALI MASUK DAFTAR TOP 2% SCIENTISTS WORLDWIDE 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Prestasi
  4. »
  5. DOSEN FMIPA UNJ IRWANTO KEMBALI MASUK…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Workshop Tata Kelola Kerja Sama, Dorong Implementasi Nyata dan Peningkatan IKU 5

Mahasiswa FIP UNJ Raih Juara 3 Poster Ilmiah pada KOMPAK Tingkat Nasional 2026

Sivitas Prodi PGPAUD FIP UNJ Raih Juara 3 pada Kegiatan APG PAUD 2026 di Bali

UNJ dan Sudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Profesional Guru PJOK

UNJ Gelar Cek Kesehatan Mental dan Fisik Gratis, Dorong Sivitas Akademika Lebih Peduli Kesehatan Diri

JAKARTA, Humas UNJ – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Irwanto, dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ, kembali masuk dalam daftar Top 2% Scientists Worldwide untuk periode 2026 berdasarkan pemeringkatan ilmuwan yang merujuk pada data Stanford University dan Elsevier. Capaian ini melanjutkan rekam jejaknya yang juga tercatat dalam daftar tersebut pada 2025.

Berdasarkan data yang disampaikan, Irwanto menempati peringkat ke-154.075 secara global dan peringkat ke-2.112 pada subbidang Education. Dalam kategori utama Social Sciences, ia tercatat memiliki H-indeks 8 dan Hm-index 4 pada daftar yang dirujuk. Irwanto merupakan salah satu dosen dari 272 dosen dari berbagai universitas di Indonesia yang berhasil masuk ke dalam pemeringkatan ini.

Irwanto menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan. Menurutnya, konsistensi dalam melakukan penelitian dan menyebarluaskan hasilnya melalui publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari tanggung jawab dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Alhamdulillah, saya kembali masuk dalam daftar Top 2% Scientists Worldwide 2026. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus melakukan penelitian, mengembangkan inovasi pembelajaran, dan menghasilkan publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan, khususnya pendidikan kimia,” ujar Irwanto.

Ia berharap capaian tersebut dapat mendorong peningkatan budaya riset di lingkungan UNJ, sekaligus memotivasi dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Dekan FMIPA UNJ, Hadi Nasbey, turut mengapresiasi capaian Irwanto yang kembali masuk dalam daftar ilmuwan dunia tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bentuk pengakuan atas upaya dosen dalam mengembangkan keilmuan melalui penelitian dan publikasi ilmiah, sekaligus memperkuat kontribusi FMIPA UNJ dalam pengembangan pendidikan dan sains.

“Capaian ini menjadi kebanggaan bagi FMIPA UNJ sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan inovasi pembelajaran. Kami berharap prestasi yang diraih Pak Irwanto dapat menginspirasi sivitas akademika untuk memperkuat budaya riset dan menghasilkan karya yang memberikan dampak bagi masyarakat serta meningkatkan reputasi universitas,” ujar Hadi Nasbey.

Keberhasilan Irwanto juga sejalan dengan upaya UNJ dalam meningkatkan kualitas dan daya saing akademik melalui penguatan riset, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi pembelajaran. Pencapaian dosen pada tingkat internasional diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, membuka peluang kolaborasi penelitian, dan memperkuat reputasi UNJ sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Capaian ini sekaligus menegaskan pentingnya konsistensi dalam membangun ekosistem penelitian yang produktif dan berkelanjutan. Melalui kontribusi para dosen dan peneliti, UNJ terus mendorong lahirnya karya ilmiah yang berkualitas, memperkuat reputasi akademik di tingkat global, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan inovasi pembelajaran.