JAKARTA, Humas UNJ – Masa remaja merupakan fase penting dalam menentukan arah kehidupan, termasuk pilihan pendidikan, karier, dan cita-cita. Namun, tidak semua remaja memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan. Keterbatasan ekonomi, minimnya informasi, hingga rendahnya motivasi masih menjadi tantangan yang dihadapi sebagian generasi muda di Indonesia.
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dikutip Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan sekitar 2,92 juta anak usia 7–18 tahun tidak bersekolah. Jumlah terbesar berasal dari kelompok usia 16–18 tahun yang mencapai sekitar 2,01 juta anak. Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk menghadirkan program yang mampu memperkuat motivasi sekaligus membuka wawasan remaja mengenai pentingnya pendidikan.
Berangkat dari kepedulian tersebut, tim dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPsi UNJ) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Menatap Masa Depan Melalui Pendidikan: Psikoedukasi untuk Meningkatkan Motivasi pada Remaja Pulo Gebang”. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (15/7/26), dengan melibatkan remaja serta kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Program ini tidak hanya menyasar peserta yang hadir secara langsung. Para kader PKK diharapkan dapat meneruskan materi yang diperoleh kepada anggota Karang Taruna di lingkungan masing-masing sehingga manfaat kegiatan dapat menjangkau lebih banyak remaja di wilayah Pulo Gebang.
Tiga dosen FPsi UNJ hadir sebagai narasumber, yakni Adhissa Qonita, M.Psi., Psikolog; Ade Siti Mariyam, M.Psi., Psikolog; dan Fildzah Rudyah Putri, S.Psi., M.Si. Masing-masing membawakan materi yang saling melengkapi, mulai dari membangun visi masa depan, memahami motivasi, hingga mengenalkan peluang melanjutkan pendidikan.
Pada sesi pembuka, Ade Siti Mariyam mengajak peserta memandang masa depan sebagai sesuatu yang dapat direncanakan sejak sekarang. Para remaja diminta membayangkan diri mereka lima tahun mendatang, kemudian menuliskan cita-cita yang ingin diraih pada selembar kertas origami. Kertas tersebut kemudian dilipat menjadi surat yang dapat disimpan sebagai pengingat atas tujuan hidup yang telah mereka tetapkan.
Melalui pendekatan sederhana namun reflektif tersebut, peserta diajak memahami bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju impian di masa depan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Adhissa Qonita yang membahas pentingnya motivasi dalam proses mencapai tujuan. Ia menjelaskan bahwa motivasi bukan sekadar rasa bersemangat, melainkan dorongan yang membuat seseorang memulai tindakan sekaligus bertahan ketika menghadapi tantangan.
Peserta juga diajak mengenali berbagai sumber motivasi, baik yang berasal dari faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan lingkungan, maupun motivasi intrinsik yang tumbuh dari dalam diri. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu remaja membangun ketahanan diri ketika menghadapi berbagai hambatan dalam perjalanan pendidikan.
Pada sesi penutup, Fildzah Rudyah Putri mengajak peserta melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang mampu membuka peluang lebih luas bagi masa depan. Pendidikan, menurutnya, bukan sekadar sarana memperoleh ijazah, tetapi juga proses mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas hidup.
Ia juga memperkenalkan berbagai alternatif pembiayaan pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta, di antaranya Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Informasi mengenai beasiswa tersebut diberikan untuk menumbuhkan keyakinan bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi alasan berhenti mengejar pendidikan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif berkat sesi ice breaking yang dipandu mahasiswa FPsi UNJ, Aqeela Mareta Hanoon dan Husna Hamidah. Berbagai permainan ringan di sela-sela penyampaian materi berhasil menciptakan suasana yang lebih cair sekaligus mendorong peserta aktif berpartisipasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkonsultasi langsung dengan para narasumber mengenai pendidikan dan perencanaan masa depan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dosen FPsi UNJ menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia remaja. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga pada penguatan motivasi, kepercayaan diri, dan kemampuan remaja dalam merancang masa depan. Dengan memiliki tujuan yang jelas serta memahami berbagai peluang yang tersedia, diharapkan semakin banyak remaja yang berani melanjutkan pendidikan dan mewujudkan cita-citanya meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.