KEPULAUAN SERIBU, Humas UNJ – Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) melalui Program Studi Pendidikan Teknik Elektro menyelenggarakan enam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMKN 61 Jakarta, Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Rabu (29/7/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfokus pada peningkatan kapasitas guru, pemuda Karang Taruna, dan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah kepulauan.

Enam program tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok sasaran, yakni guru, pemuda Karang Taruna, dan masyarakat. Materi pelatihan dirancang untuk memperkuat literasi digital, meningkatkan keterampilan teknis, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.
Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat, Readysal Monantun, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap ilmu yang dimiliki dosen tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Kepala SMKN 61 Jakarta, Firdaus, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, tema pelatihan yang diangkat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini sekaligus kebutuhan masyarakat Pulau Tidung yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Program Studi Pendidikan Teknik Elektro FT UNJ, Daryanto. Pembukaan juga dihadiri Bhabinkamtibmas Pulau Tidung Brigadir Andika Fajar, perwakilan instansi di Kepulauan Seribu, serta Ketua Karang Taruna Pulau Tidung, Ana Askuri. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis pengetahuan.
Pada kelompok guru, dosen FT UNJ menghadirkan dua pelatihan mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Pelatihan pertama bertajuk “Penguatan Literasi Digital Guru SMKN 61 Jakarta Kepulauan Seribu melalui Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pengembangan Bahan Ajar” yang dipandu Faried Wadjdi. Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari pemanfaatan AI untuk menyusun bahan ajar yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Pelatihan kedua bertema “Pemanfaatan AI untuk Penulisan Karya Ilmiah bagi Guru di SMKN 61 Kepulauan Seribu” disampaikan oleh Prof. Suyitno. Materi berfokus pada penggunaan AI secara bertanggung jawab dalam mendukung proses penulisan karya ilmiah, mulai dari pencarian referensi hingga penyusunan artikel ilmiah.
Selama pelatihan berlangsung, para guru aktif berdiskusi dan mempraktikkan penggunaan berbagai aplikasi AI yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran maupun pengembangan profesi.
Salah seorang peserta menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru tentang penggunaan AI dalam pembelajaran. Materi yang diberikan mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, bagi pemuda Karang Taruna, FT UNJ menyelenggarakan dua pelatihan yang berorientasi pada penguatan keterampilan teknis dan kepedulian terhadap lingkungan. Pelatihan mengenai pemeliharaan serta penggantian baterai panel surya yang dipandu Aris Sunawar membekali peserta dengan pengetahuan tentang perawatan sistem tenaga surya agar tetap berfungsi optimal. Keterampilan tersebut dinilai penting mengingat wilayah kepulauan memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi terbarukan.
Pelatihan lainnya dipandu Parjiman dengan materi perbaikan peralatan listrik rumah tangga. Peserta mempelajari teknik dasar mendiagnosis kerusakan dan memperbaiki berbagai peralatan elektronik sehingga dapat memperpanjang masa pakai perangkat sekaligus mengurangi timbulan sampah elektronik. Selain menjadi bekal keterampilan, materi tersebut juga membuka peluang usaha jasa perbaikan peralatan listrik bagi masyarakat setempat.
Ketua Karang Taruna Pulau Tidung, Ana Askuri, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pemuda di Pulau Tidung. Selain menambah pengetahuan, keterampilan yang diperoleh “ ujarnya.
Bagi masyarakat umum, FT UNJ menghadirkan dua pelatihan yang berorientasi pada pengembangan ekonomi lokal. Pelatihan “Perawatan Sepeda Listrik sebagai Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal dan Wirausaha Masyarakat Pulau Tidung Kepulauan Seribu” yang disampaikan oleh Readysal Monantun, memberikan keterampilan mengenai perawatan sepeda listrik yang saat ini menjadi moda transportasi utama sekaligus penunjang sektor pariwisata Pulau Tidung.
Selain itu, Massus Subekti, memberikan pelatihan “Pemberdayaan Masyarakat Pulau Tidung Kepulauan Seribu melalui Pelatihan Instalasi Smart Home System Berbasis Internet of Things (IoT)”. Melalui pelatihan ini peserta diperkenalkan pada konsep rumah pintar, instalasi perangkat IoT, serta penerapan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi energi dan keamanan rumah.
Secara keseluruhan, keenam program pengabdian tersebut menunjukkan komitmen Fakultas Teknik UNJ dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal, mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan, serta memperkuat literasi digital masyarakat Kepulauan Seribu.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pelatihan pemeliharaan panel surya, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan keterampilan wirausaha berbasis teknologi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan Artificial Intelligence dan Internet of Things, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penerapan teknologi smart home, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi perbaikan alat listrik untuk mengurangi limbah elektronik.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta berharap kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan.