Dosen Prodi S3 PKLH SPs UNJ Perkuat Peran Guru dalam Pembelajaran Lingkungan Berkelanjutan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Tuan Rumah Sarasehan Diaspora Indramayu,…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mengenal Batavia Team UNJ, Wadah Inovasi Kendaraan Hemat Energi dan Mobilitas Berkelanjutan

UNJ Tuan Rumah Sarasehan Diaspora Indramayu, Bahas Pengembangan Potensi Daerah

Dit. Mawani UNJ Apresiasi Peran Ormawa dan Opmawa Sukseskan PKKMB 2026

Kembangkan Layanan Kesehatan dan Sport Science, UNJ Resmikan UUK Pusat Rehabilitasi Medik

UNJ dan Royal University of Bhutan Jajaki Kerja Sama di Bidang Pendidikan

JAKARTA, Humas UNJ — Tim dosen Program Studi Doktor Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (S3 PKLH), Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ), memperkuat kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap persoalan sosial dan lingkungan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Syafei, Lantai 8, Kampus A UNJ, pada 31 Agustus 2026 ini mengangkat tema “Membangun Ekosistem Pendidikan yang Aman, Inklusif, dan Responsif terhadap Tantangan Sosial”. Sebanyak 100 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di DKI Jakarta mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi dosen dan guru untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan pembelajaran di sekolah, khususnya dalam merespons keragaman peserta didik serta persoalan kependudukan dan lingkungan hidup yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan PkM diketuai Prof. Agung Purwanto dengan anggota Prof. Hafid Abbas, Prof. Nadiroh, dan Syaifudin. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa Prodi S3 PKLH SPs UNJ, yakni Syahriani dan Krismanti Tri Wahyuni.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Agung Purwanto menyampaikan materi bertema “Penguatan Peran Guru dalam Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Edukasi Lingkungan Berkelanjutan”. Menurut Prof. Agung, pembelajaran berdiferensiasi penting diterapkan karena peserta didik memiliki karakteristik, kebutuhan, kemampuan, dan pengalaman yang berbeda. Kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan guru dalam menentukan materi, metode, maupun bentuk kegiatan pembelajaran.

“Guru perlu melihat keberagaman peserta didik sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pendekatan berdiferensiasi memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, sekaligus tetap diarahkan pada tujuan pembelajaran yang sama,” ujar Prof. Agung.

Ia menjelaskan, pendidikan lingkungan berkelanjutan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran dan tidak harus berdiri sebagai materi yang terpisah. Persoalan seperti sampah, perubahan pola konsumsi, kepadatan penduduk, penggunaan sumber daya, dan perubahan lingkungan dapat menjadi konteks pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa.

Menurut dia, guru memiliki peran penting dalam menghubungkan materi pembelajaran dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga belajar melihat hubungan antara perilaku manusia, kondisi sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

“Pendidikan lingkungan perlu diarahkan pada perubahan cara berpikir dan perilaku. Siswa perlu diajak memahami bahwa persoalan lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pilihan dan aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Peserta kegiatan, Ratih Trisnawati Sundari, menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan guru dalam mengembangkan pembelajaran di sekolah.

“Kegiatan ini sangat baik dan membantu meningkatkan pemahaman guru, terutama dalam penguatan peran guru pada pembelajaran berdiferensiasi untuk edukasi lingkungan berkelanjutan,” ujar Ratih.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan pembahasan yang lebih aplikatif sehingga guru memperoleh contoh dan strategi yang dapat diterapkan langsung di kelas.

Melalui kegiatan PkM ini, Prodi S3 PKLH SPs UNJ tidak hanya memperkuat hubungan akademik dengan guru dan MGMP, tetapi juga mendorong pengembangan pembelajaran yang mengaitkan persoalan pendidikan dengan dinamika sosial, kependudukan, dan lingkungan hidup. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah membangun proses pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dan tantangan lingkungan di sekitarnya.