Dosen Sosiologi FISH UNJ Beri Tanggapan Kritis dalam FGD Reviu Buku Tematik “Jakarta Kota yang Tak Pernah Tidur”

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Prodi PPKn UNJ Berkolaborasi dengan Undiksha…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Link and Match, FPsi UNJ Gelar Employer Meeting untuk Siapkan Lulusan Psikologi Future Ready

Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Dampak Internasional

Employer Meeting FEB UNJ 2026, Dorong Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah untuk Siapkan Lulusan Tangguh dan Berkualitas

Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ Selenggarakan Konferensi Internasional, Pendidikan Era Digital Jadi Fokus Pembahasan

Reputasi Ilmu Sosial UNJ Menguat di THE WUR 2026, Tembus 12 Besar PTN Terbaik Nasional

Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut berpartisipasi dalam FGD Reviu “Buku Tematik – Jakarta Kota yang Tak Pernah Tidur”, yang merupakan bagian dari program “Menyongsong 5 Abad Kota Jakarta”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Tempo Inti Media Harian bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta, bertempat di Aone Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, pada 1 Desember 2025.

FGD ini menghadirkan para ahli dan peneliti kebudayaan dari berbagai institusi, antara lain BRIN, IPB, IKJ, Kementerian Kebudayaan, UNJ, serta LSM perkotaan di Jakarta. Sejumlah pengamat turut hadir, di antaranya JJ Rizal dan Martin Suryajaya, yang memperkaya diskusi lintas perspektif mengenai dinamika Jakarta sebagai kota global.

Dalam forum tersebut, UNJ diwakili oleh Achmad Firas Khudi selaku Dosen Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ, yang memberikan tanggapan substantif terhadap buku tematik “Jakarta Kota yang Tak Pernah Tidur” yang menjadi salah satu dari tujuh tema yang disusun dan akan segera diterbitkan oleh tim peneliti dan penulis Tempo.

Pada tanggapannya, Firas mengapresiasi pendekatan penulisan buku yang memadukan jurnalisme ilmiah dan sastra, sehingga isu ekonomi malam Jakarta dapat dipahami publik secara lebih mudah dan luas. Ia menilai dukungan Bappeda DKI Jakarta terhadap penerbitan buku ini sebagai langkah strategis untuk menjembatani kajian kebijakan dengan komunikasi publik yang inklusif.

Lebih lanjut, Firas menekankan pentingnya memperkuat dimensi emansipatoris dengan memasukkan isu kelas menengah dan bawah, serta mobilitas warga yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi malam—mulai dari budaya nongkrong di kafe hingga restoran. Ia juga mengusulkan agar buku tersebut menyoroti perlindungan dan layanan publik pada malam hari, dengan merujuk praktik kota global seperti New York melalui karya Responsive City: Engaging Communities Through Data-Smart Governance oleh Stephen Goldsmith dan Susan P. Crawford.

Sesi ini selaras dengan rekam jejak Firas sebagai ahli dan konsultan studi perkotaan dan pembangunan selama lebih dari 12 tahun, yang sebelumnya bekerja dengan Kementerian PPN/Bappenas, The World Bank, dan Uni Eropa, sebelum bergabung sebagai dosen UNJ.

Melalui keikutsertaan dalam FGD ini, UNJ menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam diskursus kebudayaan dan pembangunan perkotaan Jakarta, sekaligus mendukung penyusunan pengetahuan berbasis riset yang relevan bagi kebijakan publik menuju peringatan 5 Abad Kota Jakarta.