Dua Puluh Lima Tahun Mengabdi, Satu Hari Menggenggam Bahagia: Kisah Wuryono, Pegawai UNJ yang Antar Anaknya Jadi Sarjana Pendidikan Ekonomi

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Jawab Tantangan “Mismatch” Dunia Kerja, UNJ Siapkan Ratusan Skema Sertifikasi Kompetensi Futuristik

FISH UNJ Gelar Employer Meeting untuk Perkuat Lulusan Adaptif dan Kompeten dalam Dunia Kerja

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

Jakarta, Humas UNJ — Wajah bahagia terpancar dari Wuryono, pegawai Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sehari-hari bertugas sebagai pengemudi. Pada momen wisuda akademik UNJ Tahun Akademik 2024/2025 Gelombang Kedua, Sesi Keempat, yang digelar pada 30 Oktober 2025 di Gedung Olahraga Kampus UNJ, Jakarta Timur, Wuryono menyaksikan langsung putri sulungnya, Anindita Pratiwi, diwisuda sebagai Sarjana Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

“Alhamdulillah, senang sekali rasanya. Anak bisa menyelesaikan kuliahnya dan hari ini diwisuda dengan lancar,” ujar Wuryono penuh rasa syukur seusai prosesi wisuda.

Wuryono telah mengabdi di UNJ sejak tahun 2000. Ia mengaku bangga dan terharu atas pencapaian anaknya. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan keluarga dalam memperjuangkan pendidikan anak.

“Tantangannya terutama di bidang ekonomi. Sebagai keluarga kelas menengah ke bawah, tentu berat. Tapi kami harus kerja keras, yang penting halal,” tuturnya dengan senyum hangat.

Ia menekankan bahwa pendidikan adalah investasi penting yang harus diperjuangkan. Wuryono juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tidak menyerah dalam menyekolahkan anak-anak mereka. “Semangat terus menyekolahkan anak. Jangan berhenti, meskipun tantangannya besar. Hasilnya akan terasa nanti,” ucapnya.

Anindita Pratiwi, yang kini resmi menyandang gelar sarjana, telah menunjukkan minat di bidang pendidikan sejak duduk di bangku SMA. “Dari dulu dia memang senang mengajar. Kadang membantu guru di sekolah, apalagi karena dia bisa komputer. Jadi sudah kelihatan kalau memang ingin jadi guru,” kenang Wuryono.

Meski sang istri kini tidak lagi bekerja, Wuryono menegaskan bahwa dukungan keluarga menjadi kunci utama keberhasilan anaknya. Setelah 25 tahun mengabdi di kampus yang sama, menyaksikan anaknya lulus dari UNJ menjadi kebanggaan tersendiri baginya.

“Rasanya luar biasa. Dulu saya bekerja di sini, sekarang anak saya juga bisa sukses di sini,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Wuryono, hari wisuda bukan sekadar penanda akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari langkah baru anaknya untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan. Momen ini juga mencerminkan semangat UNJ dalam melahirkan pendidik yang berintegritas dan berdedikasi.