JAKARTA, Humas UNJ – Dua tim Robotic Club Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mencatat capaian pada Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung pada 13-18/9/26 di Politeknik Negeri Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau. Tim Electrical Remote Control (ERC) berhasil mencapai semifinal Fun Race, sedangkan tim Autonomous Surface Vessel (ASV) berhasil menembus babak 16 besar dalam keikutsertaannya pada KKI 2026 bersama dosen pendamping, Churnia Sari, setelah bersaing dengan sejumlah perguruan tinggi di tingkat nasional.
Capaian tersebut diperoleh setelah kedua tim melalui persiapan teknis dan pengujian kapal selama beberapa bulan. Tim ERC menghadapi kendala pada bagian lambung dan dek kapal saat babak penyisihan, tetapi tetap melanjutkan perlombaan hingga semifinal. Sementara itu, ASV menghadapi benturan sinyal telemetri dan kondisi angin kencang sebelum berhasil melewati babak 32 besar dan berhadapan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) di babak 16 besar.
Dosen pendamping menyampaikan apresiasinya terhadap proses yang telah dilalui mahasiswa. Menurutnya, perkembangan kedua tim menunjukkan peningkatan dibandingkan keikutsertaan pada tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah cukup bangga, melihat mereka melesat lebih baik dari tahun lalu. Semua tim sudah berusaha dengan sangat baik dan serius mengerjakan kedua kapalnya karena saya sendiri mendampingi prosesnya dari awal, dari kesiapan secara mental dan teknis,” ujar Churnia.
Pada tim ERC, persiapan dilakukan dengan memastikan kesiapan kapal, sistem kelistrikan, kontrol, mekanik, serta kondisi anggota sebelum keberangkatan. Saat semifinal Fun Race, flexible shaft kapal terputus akibat kurangnya pengecekan pada bagian permesinan sehingga tim tidak dapat melanjutkan hingga babak final.
Sementara itu, ASV berhasil melewati babak 32 besar setelah menghadapi Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan kendala benturan sinyal telemetri dan angin kencang. Tim kemudian menyesuaikan konfigurasi jaringan serta jalur pemetaan kapal agar tetap dapat mengikuti lintasan yang telah ditentukan. Pada babak 16 besar, ASV harus terhenti setelah memperoleh nilai lebih rendah dari UGM.
Sepanjang perlombaan, kedua tim juga memperoleh pengalaman dalam menghadapi kondisi lapangan yang berbeda dari pengujian. Kebersamaan selama perjalanan dan tinggal di Bengkalis menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa, sekaligus memberikan kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan strategi dengan tim dari perguruan tinggi lain.
Setelah kembali ke UNJ, ERC berencana memperdalam riset desain lambung dan efisiensi sistem permesinan, sedangkan ASV akan mengembangkan desain lambung serta sistem autonomous agar kemampuan kapal dalam mengenali objek dan lintasan semakin optimal.
Churnia berharap pengembangan kedua tim dapat didukung dengan waktu dan pendanaan riset yang memadai.
“Mulai dari sekarang akan kami susun strategi yang cukup matang dan melibatkan beberapa pihak pendukung yang profesional di bidangnya masing-masing,” tuturnya.
Capaian dua tim Robotic Club UNJ pada KKI 2026 menunjukkan perkembangan kompetensi mahasiswa dalam pengembangan teknologi kapal berbasis kendali jarak jauh dan sistem autonomous. Hasil tersebut menjadi pijakan bagi ERC dan ASV untuk terus melakukan pengembangan desain, sistem, dan riset secara berkelanjutan guna meningkatkan performa pada kompetisi berikutnya.