Dukung Riset Inovasi Pangan dan Gizi untuk Indonesia Berkelanjutan, UNJ Masuk Lima Besar Perguruan Tinggi Terbaik Nasional dalam Indonesia’s SDGs Action Awards 2025

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Wisudawan Terbaik Doktor UNJ Raih IPK 4.00, Dewi Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Integritas

UNJ dan PT Happy Lab Indonesia Jalin Kerja Sama untuk Kembangkan Talenta Kreator Digital Mahasiswa yang Inovatif dan Kompetitif

Mendiktisaintek Dorong Zero Waste di Kampus Saat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UNJ

Jakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan surat pemberitahuan resmi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas RI) tertanggal 7 November 2025, UNJ dinyatakan sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam Kategori Perguruan Tinggi pada ajang Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2025. Dengan capaian tersebut, UNJ melaju ke tahap wawancara yang dilaksanakan pada hari ini, 11 November 2025 di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur.

Ajang Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) merupakan bentuk apresiasi Kementerian PPN/Bappenas RI kepada berbagai pemangku kepentingan atas kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia. Tahun 2025 menandai penyelenggaraan keempat penghargaan ini, dan menjadi momentum penting untuk mempercepat pencapaian SDGs di era Decade of Action. Melalui penghargaan ini, Kementerian PPN/Bappenas RI berharap berbagai praktik baik dapat direplikasi lebih luas untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan,” ajang tahun ini menyoroti pentingnya inovasi pangan dan gizi sebagai pilar pembangunan manusia. Dalam tahap wawancara, tim UNJ menampilkan dua aspek utama, yaitu: komitmen institusi terhadap pelaksanaan SDGs dan praktik terbaik (best practice) yang telah dijalankan di lingkungan kampus.

Pada sesi wawancara, tim UNJ menegaskan komitmen institusinya terhadap pelaksanaan SDGs melalui kebijakan dan praktik berkelanjutan yang telah terintegrasi dalam sistem kampus. Sejumlah langkah konkret di antaranya adalah pembentukan SDGs Center UNJ sebagai pusat koordinasi dan advokasi keberlanjutan, pengarusutamaan nilai-nilai SDGs dalam Rencana Strategis (Renstra) universitas, serta penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di seluruh program studi. Selain itu, UNJ juga aktif dalam pemeringkatan global yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs, dan menandakan komitmen universitas untuk terus berperan dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berdampak.

Pada kategori Best Practice SDGs, UNJ menampilkan riset unggulan karya Prof. Muktiningsih Nurjayadi bersama tim dari Pusat Unggulan IPTEKS (PUI) LPPM UNJ dan Laboratorium Program Studi Kimia FMIPA UNJ. Tim ini berhasil mengembangkan teknologi pendeteksi bakteri patogen yang berperan penting dalam menjamin keamanan pangan nasional.

Inovasi tersebut menjadi bukti konkret kontribusi UNJ terhadap Zero Hunger (Tujuan 2 SDGs), Good Health and Well-being (Tujuan 3 SDGs), serta Industry, Innovation, and Infrastructure (Tujuan 9 SDGs). Temuan ini memperlihatkan sinergi antara riset ilmiah dan keberlanjutan sosial yang menjadikan UNJ sebagai salah satu pelopor riset perguruan tinggi di Indonesia yang solutif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pada kesempatan ini, Prof. Fahrurrozi selaku Wakil Rektor UNJ Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas bidang yang menunjukkan bahwa riset di UNJ tidak berhenti di laboratorium, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa riset UNJ telah mengakar pada nilai keberlanjutan. Kami tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan bahwa hasilnya dapat berkontribusi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Prof. Fahrurrozi.

Sementara itu, Ervina Maulida selaku Ketua SDGs Center UNJ menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan dedikasi UNJ untuk menjadi kampus yang berdaya saing global dan berdampak nasional.

“Keikutsertaan UNJ dalam Indonesia’s SDGs Action Awards bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wujud tanggung jawab akademik kami untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Pada sesi wawancara mendatang, kami siap menampilkan inovasi pangan dan gizi unggulan untuk Indonesia yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Adapun Prof. Muktiningsih Nurjayadi menambahkan bahwa riset tentang pendeteksi bakteri patogen berawal dari keprihatinan terhadap isu keamanan pangan masyarakat.


“Kami ingin penelitian ini memberi dampak langsung bagi publik. Inilah bentuk nyata riset berkelanjutan yang tidak berhenti di jurnal, tetapi hadir sebagai solusi bagi bangsa,” tutur Prof. Muktiningsih.

Capaian UNJ sebagai lima besar nasional dalam Kategori Perguruan Tinggi pada Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 menegaskan posisi UNJ sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam tridarma, tetapi juga responsif terhadap isu global. Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, UNJ terus berkomitmen untuk menjadi universitas yang berdampak dalam membangun pengetahuan, menebar manfaat, dan mewujudkan Indonesia yang berkelanjutan.