
Jakarta, Humas UNJ — Pada 28 Juli 2025, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ) kembali menggelar Program Kelas BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Musim Panas tahun 2025 sebagai bagian dari kerja sama internasional dengan Hochschule Technik, Wirtschaft, und Gestaltung (HTWG) Konstanz, Jerman. Program ini diikuti oleh 12 mahasiswa HTWG Konstanz yang akan belajar bahasa dan budaya Indonesia selama dua pekan penuh di kampus UNJ.
Acara pembukaan program diselenggarakan secara hangat dan interaktif, dihadiri langsung oleh Dekan FBS UNJ, Samsi Setiadi, yang didampingi oleh Wakil Dekan II, Uryadi, dan Wakil Dekan III, Yusi Asnidar. Turut hadir pula Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Edi Puryanto, serta Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fauzan Adhima.
Dalam sambutannya, Samsi Setiadi menyambut hangat kehadiran para mahasiswa asal Jerman dan memperkenalkan seluruh tim pengajar serta panitia program. Ia juga menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kolaborasi antara FBS UNJ dan HTWG Konstanz yang telah berjalan sejak tahun 2020. “Ini adalah tahun keenam pelaksanaan program, dan kami bangga bisa terus menjadi tuan rumah dalam memperkenalkan bahasa serta budaya Indonesia kepada generasi muda Jerman,” ujarnya.
Samsi juga memberikan semangat kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara antusias. “Kami berharap kalian bukan hanya mempelajari bahasa Indonesia, tetapi juga dapat mengalami langsung kekayaan budaya kami. Dan yang tidak kalah penting, tetap jaga kesehatan selama program berlangsung,” pesannya.

Acara pembukaan juga diwarnai dengan sambutan apresiasi dari salah satu mahasiswa peserta, Ella, yang mewakili rombongan HTWG Konstanz. Dalam sambutannya, Ella menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan FBS UNJ. “Kami sangat senang bisa berada di sini. Kami siap mengikuti semua kegiatan belajar, dan kami ingin lebih mengenal budaya Indonesia,” ungkap Ella.
Program Kelas BIPA Musim Panas ini menghadirkan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menarik dan interaktif. Peserta tidak hanya belajar bahasa di kelas, tetapi juga terlibat dalam kegiatan budaya yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung tentang Indonesia. Dalam dua minggu ke depan, mereka akan mengikuti diskusi kelas, penugasan, serta sesi interaktif bersama narasumber tamu dari berbagai bidang.
Aktivitas budaya menjadi bagian penting dari program ini. Para mahasiswa akan belajar tari tradisional Indonesia, memasak kuliner khas Nusantara, hingga berlatih musik dangdut sebagai bentuk pengenalan terhadap kekayaan ekspresi seni Indonesia. Selain itu, para peserta juga dijadwalkan melakukan karya wisata ke beberapa tempat bersejarah dan budaya di sekitar Jakarta dan sekitarnya.
Pelaksanaan program ini melibatkan tim pengajar dari dua Program Studi di FBS UNJ, yaitu: Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman yang dikoordinasikan oleh Nada dan Astri, yang juga bertanggung jawab atas akomodasi peserta, serta Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang diwakili oleh Hesti dan Etsa sebagai pengampu kelas BIPA.
Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNJ, Fauzan Adhima, menekankan bahwa kerja sama ini adalah contoh nyata dari internasionalisasi pendidikan yang relevan dan berkelanjutan. “Kami tidak hanya mengenalkan bahasa, tetapi juga membangun jembatan budaya antara Indonesia dan Jerman. Mahasiswa HTWG Konstanz datang dengan semangat belajar, dan kami ingin mereka kembali ke negaranya sebagai duta kebudayaan Indonesia,” ujar Fauzan.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNJ, Edi Puryanto menambahkan bahwa pelaksanaan Kelas BIPA Musim Panas ini sekaligus menjadi media pengembangan kompetensi lintas budaya bagi mahasiswa dan dosen UNJ. “Dengan kehadiran mahasiswa asing, sivitas akademika kami juga dilatih untuk lebih terbuka, reflektif, dan inovatif dalam metode pembelajaran bahasa kedua,” jelasnya.
Dengan berlangsungnya program ini hingga pertengahan Agustus 2025, FBS UNJ menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran sebagai pusat pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia untuk dunia internasional. Program BIPA Musim Panas menjadi salah satu wujud nyata dari semangat kolaborasi lintas negara dalam bidang pendidikan tinggi dan pertukaran budaya.
Melalui kerja sama yang konsisten ini, diharapkan UNJ tidak hanya dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi di tingkat nasional, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam diplomasi kebudayaan global, khususnya memperkenalkan Indonesia secara utuh melalui bahasa, seni, dan keragaman budayanya.