
Jakarta, Humas UNJ — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) terus memperkuat perannya dalam menjembatani dunia akademik dan industri melalui forum internasional bertajuk “Transforming Digital Entrepreneurial Education: Academic and Industry Synergy for Sustainable Business Growth”. Acara yang digelar di Aula Maftuchah Yusuf UNJ pada 29 Juli 2025 ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan praktisi dari dalam maupun luar negeri dalam diskusi terbuka seputar inovasi pendidikan kewirausahaan digital.
Kegiatan ini merupakan bentuk konkret dari komitmen FEB UNJ dalam membangun ekosistem kewirausahaan berkelanjutan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. Forum ini sekaligus menjadi wadah pertukaran pengetahuan lintas negara dalam membentuk generasi wirausahawan muda yang inovatif dan berdaya saing global.

Acara dibuka secara resmi oleh Darma Rika Swaramarinda selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FEB UNJ yang menekankan pentingnya menjalin sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri. Menurutnya, transformasi digital menuntut pendekatan baru dalam pendidikan kewirausahaan yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada praktik kolaboratif yang lintas sektor dan lintas batas.
“Pendidikan kewirausahaan masa kini harus responsif terhadap perkembangan teknologi dan globalisasi. Kolaborasi internasional menjadi salah satu cara untuk membuka cakrawala mahasiswa dan dosen terhadap praktik terbaik di berbagai negara,” ujar Darma Rika dalam sambutannya.
Sesi pemaparan materi diawali oleh Dewi Nurmalasari yang merupakan dosen FEB UNJ yang membawakan topik “Digital Innovation in Entrepreneurial Education: Academic Perspective”. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam kurikulum, metode pengajaran, dan pemanfaatan teknologi sebagai elemen penting dalam pembelajaran kewirausahaan.
Sesi selanjutnya menghadirkan tamu dari Malaysia, Prof. Madya Dr. Badrul Isa dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), yang menyampaikan materi berjudul “MASMED Empowering Student Leadership Through Cooperative Entrepreneurship for a Sustainable Future”. Dalam paparannya, ia memperkenalkan pendekatan koperasi mahasiswa melalui MASMED (Malaysian Academy of SME and Entrepreneurship Development) sebagai model pengembangan kewirausahaan berbasis kepemimpinan dan keberlanjutan.
Kedua narasumber sepakat bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan jaringan industri merupakan kunci dalam mencetak wirausahawan muda yang tangguh, adaptif, dan berwawasan global.
Diskusi panel yang dipandu oleh Andrew Krishna Putra menjadi puncak antusiasme peserta. Panel ini menghadirkan perwakilan koperasi mahasiswa dari UNJ dan UiTM. Dari UNJ, hadir Dyah dan Yunita, sementara dari UiTM, tampil Muhammad Azim Bin Mohd Sharul Nizar, Sekretaris Eksekutif Majlis Perwakilan Pelajar.
Dalam sesi ini, para panelis berbagi pengalaman langsung dalam membangun dan mengelola koperasi di kampus mereka. Mereka mengulas peran koperasi sebagai ruang belajar yang aplikatif dalam pengembangan soft skill, leadership, dan kewirausahaan berbasis komunitas.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan partisipasi aktif dari audiens yang menunjukkan tingginya ketertarikan terhadap tema sinergi akademik dan industri dalam pengembangan kewirausahaan.
Forum internasional ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama lebih luas antara UNJ dan mitra global dalam mendesain pendidikan kewirausahaan digital yang relevan dan kontekstual dengan tantangan zaman. Melalui kegiatan semacam ini, FEB UNJ menegaskan peran strategisnya dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berpihak pada inovasi dan kolaborasi lintas sektor.