Jakarta, Humas UNJ — Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas dan daya saing publikasi ilmiah, Laboratorium Publikasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Jurnal Ilmiah selama dua hari, pada 8–9 Juli 2025. Bertempat di lantai 10 Gedung SFD Tower, Kampus UNJ, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan jurnal internal FEB UNJ agar memenuhi standar akreditasi nasional (SINTA) dan indeksasi internasional seperti EBSCO dan Scopus.

Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Unggul Purwohediselaku Wakil Dekan III FEB UNJ. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pengelola jurnal bukan hanya menyasar pemenuhan aspek administratif, namun juga menyentuh kualitas konten, tata kelola editorial, serta etika publikasi sebagai bagian dari penguatan kinerja institusi dalam publikasi ilmiah.
Padasesi pertama, Selasa, 8 Juli 2025, menghadirkan Yoris Adi Maretta dari LPPM Universitas Negeri Semarang sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Yoris menjelaskan pembaruan pedoman akreditasi jurnal ilmiah nasional. Sistem terbaru kini menekankan pemisahan aspek editorial quality dan scientific quality dengan indikator seperti manajemen Open Journal System (OJS), kelengkapan metadata dan DOI, serta penerapan standar etika COPE.

Para peserta juga mendapat pemahaman mendalam tentang struktur penulisan artikel ilmiah yang memenuhi standar SINTA dan DOAJ. Sorotan utama adalah kejelasan judul, abstrak informatif, latar belakang berbasis state of the art, serta diskusi hasil yang berlandaskan teori dan studi terdahulu. Selain itu, penekanan diberikan pada pentingnya penggunaan minimal 15 referensi primer dan struktur simpulan yang ringkas serta bermakna.
Usai pemaparan, peserta mengikuti praktik penilaian artikel dengan studi kasus naskah yang dinilai berdasarkan indikator akreditasi. Diskusi berlangsung aktif dan narasumber memberikan koreksi teknis terkait kelemahan umum dalam pengelolaan jurnal.
Selanjutnya pada pelatihan hari kedua, Rabu 9 Juli 2025, difokuskan pada persiapan indeksasi internasional khususnya Scopus. Narasumber kembali dipandu oleh Yoris Adi Maretta, yang membuka dengan penjelasan tentang mekanisme seleksi jurnal oleh Content Selection and Advisory Board (CSAB) Scopus. Ditekankan bahwa keberhasilan indeksasi tidak hanya bergantung pada jumlah artikel, tetapi juga kualitas naskah, editorial board, dan dampak sitasi.
Dalam sesi ini, Yoris mengulas beberapa penyebab umum penolakan jurnal oleh Scopus, seperti jangkauan konten yang terlalu lokal, mutu artikel yang lemah, bahasa yang tidak memenuhi standar akademik, kurangnya keragaman penulis dan editor, serta tidak adanya transparansi proses penerbitan. Oleh karena itu, diperlukan kurasi menyeluruh, peningkatan kapasitas reviewer, serta perbaikan sistem manajemen OJS secara konsisten.
Peserta kemudian diajak membedah jurnal-jurnal yang sukses dan gagal dalam proses indeksasi, dengan fokus pada struktur artikel, gaya selingkung, dan penggunaan referensi terkini. Sesi dilanjutkan dengan praktik evaluasi dan strategi peningkatan visibilitas jurnal, seperti penggunaan DOI aktif, publikasi dalam bahasa Inggris, promosi melalui ResearchGate, Mendeley, dan Google Scholar, serta kolaborasi penulis lintas negara.
Kegiatan pelatihan ditutup tepat pukul 15.00 WIB. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kesadaran akan pentingnya transformasi pengelolaan jurnal. Dalam penutupnya, panitia menyampaikan harapan bahwa pelatihan ini dapat menjadi titik tolak bagi jurnal-jurnal internal UNJ untuk menembus indeksasi internasional seperti Scopus, sekaligus memperluas kontribusi akademik UNJ di kancah global.