Jakarta, Humas UNJ – Festival Gerak Dasar 2026 sukses diselenggarakan pada Rabu, 5 Februari 2026 melalui kolaborasi antara Laboratorium Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) dan IGTKI PGRI Kecamatan Pulogadung. Kegiatan ini dilaksanakan di Sport Complex Kampus B UNJ dan diikuti oleh 44 Taman Kanak-Kanak se-Kecamatan Pulogadung dengan total peserta sebanyak 610 siswa TK.
Festival Gerak Dasar 2026 bertujuan untuk mengembangkan kemampuan motorik dasar anak usia dini melalui berbagai aktivitas gerak yang dirancang secara edukatif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Beragam permainan dan aktivitas fisik diperkenalkan sebagai sarana stimulasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif yang menjadi fondasi penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pada kesempatan ini, Prof. Nofi Marlina Siregar selaku Dekan FIKK menyampaikan bahwa Festival Gerak Dasar merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan anak usia dini melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif.
“Festival Gerak Dasar ini tidak hanya menjadi ruang bermain bagi anak-anak, tetapi juga wahana edukatif untuk menanamkan pola gerak dasar yang benar sejak usia dini. Melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan PAUD, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kualitas pembelajaran jasmani anak,” ujar Prof. Nofi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi guru dalam merancang model pembelajaran jasmani yang kreatif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif siswa dalam setiap rangkaian kegiatan. Dengan pendampingan guru serta dukungan tim dari Laboratorium Pendidikan Jasmani FIKK UNJ, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat.
Festival Gerak Dasar 2026 diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan jasmani anak usia dini, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi profesi guru dan perguruan tinggi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.