FIKK UNJ Kenalkan Teqball Berbasis Permainan untuk Tingkatkan Motorik Dasar Siswa SD

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. FIKK UNJ Kenalkan Teqball Berbasis Permainan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Humas dan IP UNJ Raih Penghargaan Gold dan Silver di Ajang The 8th Anugerah Humas Indonesia 2026

SPs UNJ Dorong Pemanfaatan AI yang Berpusat pada Manusia dalam Pendidikan

BP3 UNJ Sambut Delegasi Capitol University Filipina dalam Program Pertukaran Mengajar SEA Teacher Batch 14

SPs UNJ dan UNIMED Jalin Kerja Sama Pengembangan Linguistik Terapan

Mahasiswa Mappi PGSD FIP UNJ Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Melalui English Camp Interaktif di Puncak Bogor

JAKARTA, Humas UNJ – Tim dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) menghadirkan inovasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) melalui pelatihan Teqball berbasis permainan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) ini ditujukan untuk membantu meningkatkan kemampuan motorik dasar siswa sekolah dasar sekaligus memberikan alternatif metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

Kegiatan dilaksanakan di SDN Rawamangun 02, Jakarta Timur, Selasa (14/7/2026), dengan melibatkan guru PJOK serta siswa kelas I–III. Program dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan anak, dengan mengintegrasikan aktivitas permainan Teqball ke dalam proses pembelajaran PJOK.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama sekolah mitra dan identifikasi kebutuhan pembelajaran. Tahapan selanjutnya meliputi penyusunan perangkat pembelajaran, sosialisasi program, pelatihan teori dan praktik Teqball bagi guru PJOK, serta implementasi awal pembelajaran berbasis permainan kepada siswa.

Dosen sekaligus Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis permainan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan geraknya.

“Teqball berbasis permainan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui aktivitas gerak yang menyenangkan. Dengan pendekatan ini, pembelajaran dapat diarahkan untuk melatih koordinasi, keseimbangan, kelincahan, dan keterampilan manipulatif sesuai dengan tahap perkembangan siswa sekolah dasar,” jelasnya.

Dalam pelatihan, guru PJOK mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar Teqball, teknik permainan, serta strategi penerapannya dalam pembelajaran PJOK. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu guru mengembangkan aktivitas pembelajaran yang lebih variatif dan sesuai dengan kemampuan siswa.

Sementara itu, siswa kelas I–III terlibat langsung dalam berbagai aktivitas permainan yang mendorong mereka untuk bergerak aktif. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar teknik dasar permainan, tetapi juga memperoleh pengalaman gerak yang mendukung pengembangan koordinasi, keseimbangan, kelincahan, dan keterampilan motorik dasar lainnya.

Respons peserta terhadap kegiatan menunjukkan hasil yang positif. Guru PJOK memperoleh alternatif model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan dalam kegiatan PJOK, sedangkan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Selain itu, sekolah memperoleh modul pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung implementasi kegiatan di kelas.

Program ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Prof. Nofi Marlina Siregar, Eka Fitri Novita Sari, Novri Asri, Mela Aryani, dan Divya Zuhra Rahmawati. Saat ini, program terus dikembangkan melalui tahapan monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan serta efektivitas penerapannya di sekolah.

Berdasarkan target pelaksanaan yang telah ditetapkan, tahapan koordinasi, identifikasi kebutuhan, sosialisasi, dan pelatihan telah mencapai 100 persen. Sementara itu, implementasi pembelajaran mencapai 75 persen, monitoring dan evaluasi 70 persen, penyusunan artikel ilmiah 60 persen, dan penyusunan laporan akhir 50 persen.

Tahap selanjutnya akan difokuskan pada pendampingan, evaluasi, penyempurnaan modul, serta penyelesaian luaran program. Tim berharap model pembelajaran Teqball berbasis permainan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh guru PJOK dan menjadi salah satu alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus kemampuan motorik dasar siswa sekolah dasar.

Melalui program tersebut, FIKK UNJ terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya pembelajaran PJOK yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa.