Jakarta, Humas UNJ – Tidak semua mimpi masa kecil mampu bertahan hingga dewasa. Namun, bagi Filzah Amelia Syaputri, menjadi lulusan terbaik Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mimpi itu justru tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.
Dengan senyum hangat dan suara bergetar penuh haru, Filzah menceritakan perjalanan empat tahun studinya di Program Studi Pendidikan Masyarakat. Ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dan dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik pada Wisuda UNJ Gelombang Kedua, Sesi Keempat, Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025, pada 30 Oktober 2025.
“Sejak SMP, saya sudah bermimpi kuliah di UNJ. Saya belajar dengan sungguh-sungguh hingga akhirnya diterima melalui jalur SNMPTN berdasarkan nilai rapor, di jurusan yang saya impikan. Semua ini adalah buah dari doa, usaha, dan restu kedua orang tua,” ungkap Filzah kepada tim Humas UNJ.
Bagi Filzah, kuliah di FIP UNJ bukan sekadar menuntut ilmu, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter. Ia aktif dalam organisasi HIMAPENMAS UNJ, Laboratorium Pendidikan Masyarakat, serta kerap dipercaya menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan kampus.

Berbagai prestasi tingkat nasional turut menghiasi perjalanan akademiknya, antara lain: Winner Duta Muslimah Hijab 2021, Best Performance Miss Muslimah Hunt 2024, Juara 1 Lomba Pidato Nasional, dan Duta Aksi Nusantara DKI Jakarta.
“Saya percaya bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh di tengah masyarakat. Itulah alasan saya memilih Pendidikan Masyarakat, karena saya ingin belajar tentang manusia dan kemanusiaan,” ujarnya.
Motivasi terbesar Filzah berasal dari kedua orang tuanya. Baginya, setiap langkah adalah bentuk bakti dan cinta kepada mereka.
“Saya ingin membahagiakan Mama dan Ayah. Saya tahu bahwa rida Allah terletak pada rida orang tua. Itu yang membuat saya tidak boleh berhenti berjuang,” tuturnya lirih.

Filzah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen FIP UNJ yang telah menjadi panutan selama masa kuliah. “Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dengan ketulusan. Dari mereka saya belajar bahwa menjadi pendidik bukan soal gelar, tetapi soal hati,” tambahnya.
Di balik sederet prestasi, perjalanan Filzah tidak selalu mudah. Ia harus belajar menyeimbangkan antara akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi di tengah padatnya aktivitas.
“Tidak semua orang akan mendukung kesuksesan kita, tetapi Mama selalu berpesan: ‘Sekalipun orang lain berbuat jahat padamu, tetaplah berbuat baik, karena Allah-lah yang akan membalas kebaikanmu.’ Itu yang saya pegang,” katanya sambil tersenyum.
Kunci keberhasilannya adalah disiplin dan konsistensi. “Setiap minggu saya membuat agenda prioritas agar semua berjalan seimbang. Saya belajar kapan waktunya fokus belajar, bekerja, dan beristirahat,” jelasnya.
Dalam skripsinya yang berjudul “Peran Pengurus Yayasan Rumah Kita (eRKa) dalam Upaya Pengembangan Potensi Anak Jalanan di Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur,” Filzah mengangkat kisah anak-anak jalanan yang berjuang menemukan masa depan mereka.

“Saya ingin menunjukkan bahwa mereka juga memiliki potensi luar biasa. Mereka hanya membutuhkan ruang dan pendamping yang tepat,” tuturnya.
Melalui penelitian tersebut, Filzah berharap hasil studinya dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan nonformal dan para pendidik agar terus berperan dalam pemberdayaan masyarakat.
Menjadi wisudawan terbaik bagi Filzah bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang rasa syukur. “Saya yakin semua ini bukan karena saya hebat, tetapi karena doa dan rida orang tua. Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru untuk membawa manfaat bagi banyak orang,” ucapnya penuh keyakinan.

Ke depan, Filzah berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya ingin terus belajar, menjadi pendidik yang inspiratif, dan membantu masyarakat agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.
Bagi Filzah, satu kata yang menggambarkan perjalanan di FIP UNJ adalah “bersyukur.”
“Setiap langkah di FIP UNJ penuh makna, dari belajar, berjuang, hingga akhirnya berdiri di panggung wisuda. Saya ingin terus membawa nilai-nilai kebaikan FIP UNJ: sopan santun, salam, senyum, dan sapa, ke mana pun saya melangkah,” pungkasnya dengan senyum hangat.