JAKARTA, Humas UNJ — Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) mendorong penguatan kompetensi digital dosen dan tenaga kependidikan (tendik) melalui “Pelatihan dan Sertifikasi Internasional Gemini Certified Faculty”. Program ini menjadi bagian dari upaya FIP UNJ merespons perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 30 Juli 2026 untuk tenaga kependidikan dan 29 Agustus 2026 untuk dosen FIP UNJ. Selain mendapatkan pelatihan pemanfaatan Gemini dan teknologi AI, peserta juga mengikuti proses sertifikasi internasional Gemini Certified Faculty.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan sivitas akademika dalam menggunakan teknologi AI secara produktif, kreatif, efektif, dan bertanggung jawab. Pemanfaatannya tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pembelajaran, tetapi juga penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan produktivitas dan layanan akademik.
Dekan FIP UNJ, Aip Badrujaman mengatakan perkembangan AI perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan. Menurut dia, teknologi tersebut dapat menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi apabila digunakan dengan tujuan yang tepat.
“Pemanfaatan AI perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga untuk memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan akademik,” ujar Aip.
Ia menekankan, pemanfaatan AI di lingkungan akademik tetap harus memperhatikan sikap kritis, etika, integritas, dan tanggung jawab. Karena itu, peningkatan kemampuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai penggunaan AI secara bijak.
Dalam pelaksanaan pelatihan, FIP UNJ menghadirkan Adien Novarisa, Google Certified Innovator, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan Gemini dan teknologi AI untuk mendukung kebutuhan akademik maupun pekerjaan sehari-hari.
Bagi dosen, penguasaan teknologi AI diharapkan dapat membantu proses perancangan pembelajaran, pengembangan gagasan penelitian, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, hingga pengelolaan berbagai aktivitas akademik. Sementara bagi tenaga kependidikan, keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung layanan, pengelolaan administrasi, dan peningkatan produktivitas kerja.
Penguatan kompetensi tersebut juga diarahkan untuk membangun budaya akademik yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi. FIP UNJ tidak hanya mendorong sivitas akademika mengenal berbagai fitur AI, tetapi juga memahami batasan dan tanggung jawab dalam penggunaannya.
Pemanfaatan AI dalam pendidikan, misalnya, perlu tetap menempatkan dosen sebagai pengarah proses pembelajaran. Teknologi dapat digunakan untuk membantu mengembangkan bahan ajar, mencari alternatif aktivitas pembelajaran, maupun mengolah gagasan, tetapi keputusan akademik tetap membutuhkan pertimbangan profesional dan kritis dari pendidik.
Program Pelatihan dan Sertifikasi Internasional Gemini Certified Faculty menjadi salah satu langkah FIP UNJ dalam memperkuat kesiapan sumber daya manusia menghadapi perubahan ekosistem pendidikan tinggi. Kompetensi digital yang semakin baik diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran sekaligus kualitas layanan akademik.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Penguatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan serta pemanfaatan teknologi secara tepat menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses pendidikan yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
Melalui pelatihan dan sertifikasi yang dilakukan secara berkelanjutan, FIP UNJ berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan AI tanpa mengabaikan etika akademik. Transformasi digital diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teknologi, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian, dan layanan pendidikan.