Jakarta, Humas UNJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi akademik melalui penyelenggaraan Eurasia Lecturer Series 2026, sebuah program kolaboratif bersama Eurasia Foundation (from Asia). Forum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat reputasi akademik global sekaligus memperluas jejaring kolaborasi lintas kawasan Asia–Eropa.
Mengusung tema “Navigating the Uncertain Futures: Understanding the Transformative Impacts of Artificial Intelligence and Digitalization to Global Society”, kegiatan berlangsung setiap Senin, 2 Maret hingga 22 Juni 2026, di Ruang Serba Guna FISH UNJ dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi fakultas. Lebih dari sekadar kuliah tamu internasional, forum ini menjadi ruang refleksi kritis lintas disiplin dalam membahas implikasi kecerdasan buatan, digitalisasi, serta transformasi sosial, hukum, dan tata kelola global.
Sebagai bagian dari UNJ, FISH memandang kolaborasi Asia–Eropa sebagai strategi konkret memperluas visibilitas internasional sekaligus meningkatkan daya saing institusi menuju visi UNJ 2045. Eurasia Lecturer Series 2026 menghadirkan profesor, associate professor, peneliti, serta praktisi kebijakan publik dari berbagai negara, memperkaya perspektif multidisipliner dan membuka peluang riset kolaboratif global.

Rangkaian kegiatan diawali pada 2 Maret 2026 melalui The Eurasia International Course 2026 – Session 1 dengan kuliah umum bertema “Information Society, Artificial Intelligence, and Creative Industries in Southeast Asia.” Sesi ini menghadirkan Assoc. Prof. Asawin Nedpogaeo dari National Institute of Development Administration (NIDA), Thailand.
Dalam paparannya, ia menjelaskan evolusi information society di tengah akselerasi teknologi digital serta peran strategis AI dalam mendorong inovasi industri kreatif Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa kawasan ini memiliki potensi besar memanfaatkan AI untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif, meskipun masih menghadapi tantangan kesenjangan digital, kesiapan regulasi, serta literasi teknologi.
Diskusi panel dan sesi tanya jawab berlangsung dinamis, mencerminkan antusiasme mahasiswa dan sivitas akademika dalam merespons isu transformasi digital. Forum ini menjadi jembatan antara perspektif akademik dan praktik kebijakan publik, sekaligus membuka ruang kolaborasi regional yang berkelanjutan.

Secara strategis, Eurasia Lecturer Series 2026 berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions). Pendekatan ini menegaskan bahwa transformasi teknologi tidak dapat dilepaskan dari dimensi etika, keadilan sosial, dan tata kelola yang bertanggung jawab.
Melalui forum ini, FISH UNJ menempatkan ilmu sosial dan hukum sebagai pilar utama dalam memastikan kemajuan teknologi tetap berorientasi pada kemanusiaan dan keberlanjutan. Eurasia Lecturer Series 2026 bukan sekadar agenda akademik, melainkan investasi reputasi global, penguatan institutional branding, dan simbol komitmen UNJ untuk hadir aktif dalam percakapan internasional tentang masa depan masyarakat digital yang reflektif, kolaboratif, dan visioner.