FMIPA UNJ bersama Dow Indonesia dan Arizona State University Gagas Workshop Green Chemistry untuk Bangun Kesadaran Lingkungan di Dunia Pendidikan

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Perkuat Pemeringkatan Internasional Kampus, UNJ Turut…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

UNJ Gelar Program Pengembangan Karakter bagi Mahasiswa Mappi

UNJ Lantik Kepala Bagian dan Kepala Subbagian Labschool Periode 2026–2030

Fragmen Suara Abadi, Resital Mahasiswa Pendidikan Musik FBS UNJ

UNJ Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Royal Thai Army untuk Pengembangan SDM

Dua Mahasiswi UNJ Berhasil Taklukkan Puncak Gokyo Ri Nepal

Jakarta, Humas UNJ – Rumpun Kimia Fakultas Matematika dan IPA Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) kembali menunjukkan kiprahnya dalam inovasi pendidikan sains berkelanjutan melalui penyelenggaraan Green Chemistry Workshop Jakarta 2025. Kegiatan yang digelar pada 14–15 Oktober 2025 di Gedung Hasyim Ashari Lantai 6, Kampus UNJ, ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara FMIPA UNJ dengan Dow Indonesia, dan Arizona State University (ASU).

Selama dua hari penuh, aula FMIPA UNJ dipenuhi semangat para akademisi, mahasiswa, dan praktisi yang memiliki visi sama: membangun masa depan pendidikan kimia yang lebih hijau, aman, dan berkelanjutan. Lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang — mulai dari mahasiswa Kimia, Pendidikan Kimia S1 dan S2, hingga masyarakat umum — mengikuti rangkaian sesi pelatihan, diskusi, dan eksperimen dengan antusias tinggi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Suyono, Sekretaris Universitas Negeri Jakarta, yang menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara UNJ dan mitra internasional dalam memperkuat kualitas pendidikan sains di Indonesia.

“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen UNJ dalam memperkuat jejaring akademik global dan menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan. Sinergi antara akademisi dan industri seperti ini sangat penting untuk menjawab tantangan masa depan sains dan teknologi,” ujar Prof. Suyono.

Workshop ini menghadirkan konsep green chemistry dan small-scale chemistry — dua pendekatan inovatif yang menekankan efisiensi bahan, keamanan laboratorium, serta minimisasi limbah dalam eksperimen kimia. Melalui praktik langsung, peserta diajak untuk memahami bahwa inovasi dalam sains dapat dimulai dari langkah sederhana namun berdampak besar terhadap lingkungan dan keselamatan.

Dalam sesi utama, Riswan Sipayung, President Director Dow Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan berkelanjutan di Indonesia.

“Green Chemistry Workshop merupakan bagian dari upaya Dow untuk memperkuat literasi sains dan menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini. Kolaborasi dengan UNJ dan ASU menunjukkan bahwa kemitraan lintas sektor dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Riswan juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran akan peran kimia dalam menjaga lingkungan hidup. Pendekatan small-scale chemistry, menurutnya, tidak hanya memperkaya metode pembelajaran, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab ekologis kepada mahasiswa dan guru di masa depan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat diperluas ke berbagai daerah agar manfaatnya dirasakan secara lebih luas.

Workshop ini dipandu oleh Prof. Supawan Tantayanon dari Chulalongkorn University, Thailand, bersama timnya. Ia memimpin pelaksanaan sembilan eksperimen small-scale, di antaranya Interdiffusion of Gases, Electrochemical Separation of Copper, Solubility of Ammonia, Titration of Strong Acid with Strong Base, pH Indicators, Electrolysis of Water, Reaction of Acid and Carbonates, Property of Oxygen Gas, dan Law of Conservation of Mass.

Menurut Prof. Supawan, pendekatan small-scale chemistry bukan sekadar alternatif metode praktikum, melainkan solusi inklusif dan efisien untuk menghadirkan laboratorium kimia di sekolah dan universitas dengan keterbatasan sumber daya. Dengan penggunaan bahan kimia dalam volume kecil dan alat sederhana, risiko dapat diminimalkan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Puspa Sagara Asih, perwakilan Arizona State University, yang menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas negara ini.

“Kolaborasi ini menunjukkan semangat global dalam memperkuat pendidikan sains di Indonesia. Melalui pertukaran pengetahuan dan praktik baik, kita dapat membangun ekosistem akademik yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Para peserta aktif berdiskusi, bereksperimen, dan berbagi ide mengenai penerapan prinsip green chemistry di lingkungan pendidikan masing-masing. Banyak di antara mereka mengaku terinspirasi untuk mengembangkan eksperimen baru yang lebih ramah lingkungan dan relevan dengan konteks lokal.

Kegiatan ditutup oleh Hadi Nasbey, Dekan FMIPA UNJ, yang menegaskan bahwa kerja sama internasional ini merupakan awal dari rangkaian kolaborasi berkelanjutan.

“Green Chemistry Workshop bukan hanya kegiatan akademik, tetapi bagian dari gerakan untuk mentransformasi pendidikan kimia agar lebih kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa UNJ berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi ini melalui riset bersama, pelatihan bagi pendidik, serta pengembangan kurikulum berbasis sustainability dan tanggung jawab lingkungan.

Dengan terselenggaranya Green Chemistry Workshop Jakarta 2025, Rumpun Kimia UNJ mempertegas perannya sebagai pionir transformasi pendidikan sains berkelanjutan di Indonesia. Melalui sinergi antara akademisi, industri, dan masyarakat, UNJ terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab terhadap bumi.