FMIPA UNJ Gandeng Sateera untuk Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Bahan Alam

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Wisudawan Terbaik Doktor UNJ Raih IPK 4.00, Dewi Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Integritas

UNJ dan PT Happy Lab Indonesia Jalin Kerja Sama untuk Kembangkan Talenta Kreator Digital Mahasiswa yang Inovatif dan Kompetitif

Mendiktisaintek Dorong Zero Waste di Kampus Saat Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UNJ

Jakarta, Humas UNJ – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) terus memperkuat langkah strategis dalam pengembangan riset unggulan berbasis kolaborasi internasional dan industri. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama bersama mitra strategis, salah satunya Sateera Microbial Technology Formulation, yang berfokus pada penguatan riset mikrobiologi industri serta pengembangan produk berbasis bahan alam.

Kerja sama ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan simposium riset internasional dan peresmian laboratorium bersama antara UNJ dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang dilaksanakan di Aula Latief Hendraningrat Kampus UNJ pada 4 April 2026. Dalam kolaborasi tersebut, Sateera berperan penting melalui dukungan pendanaan alat laboratorium serta pengembangan prototipe produk berbasis bahan alam yang akan dikerjakan secara kolaboratif bersama FMIPA UNJ, Dewan Jamu Indonesia Cabang Jakarta, serta Laboratorium Mikrobiologi Industri.

Pada kesempatan ini, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ dalam sambutannya menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan mitra industri merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset yang berdampak.

“Kolaborasi ini tidak hanya menghubungkan akademisi dengan industri, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang dapat dihilirisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Dekan FMIPA UNJ, Hadi Nasbey, menambahkan bahwa kerja sama dengan Sateera menjadi momentum penting dalam mendorong pengembangan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri, khususnya di bidang bioproses dan bioteknologi berbasis sumber daya alam.

“Kami melihat potensi besar dari kolaborasi ini, terutama dalam menghasilkan produk inovatif berbasis bahan alam yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan,” ungkapnya.

Kemudian, Prof. Dalia Sukmawati selaku Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi, Sistem Informasi, dan Kerja Sama FMIPA UNJ mengatakan bahwa selain dukungan fasilitas, kolaborasi ini juga akan diwujudkan melalui pengembangan prototipe produk berbasis bahan alam yang mengintegrasikan keilmuan mikrobiologi industri dengan kearifan lokal, khususnya melalui keterlibatan Dewan Jamu Indonesia Cabang Jakarta. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat posisi riset Indonesia dalam pengembangan produk herbal yang berstandar ilmiah dan berdaya saing global, ungkap Prof. Dalia yang juga Ketua Pengurus Dewan Jamu Indonesia (DJI) Provinsi DKI Jakarta.

Prof. Dalia menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UNJ dalam membangun ekosistem riset kolaboratif lintas sektor, yang melibatkan akademisi, industri, dan komunitas. Melalui kemitraan strategis ini, UNJ terus berkomitmen untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas, tambahnya.

Penguatan kolaborasi dengan mitra industri seperti Sateera menegaskan langkah UNJ dalam mendorong riset yang berorientasi pada solusi, sekaligus membuka peluang pengembangan produk unggulan berbasis bahan alam yang dapat berkontribusi pada pembangunan nasional dan penguatan industri berbasis kearifan lokal.