CIKARANG, Humas UNJ – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPsi UNJ) bersama PT MAHLE Indonesia mengembangkan budaya kerja yang berorientasi pada produktivitas dan kesejahteraan karyawan melalui Achievers Culture Workshop by Craft the Job di Cikarang, Rabu (29/7/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Workshop tersebut menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pendekatan psikologi terapan. Fokus kegiatan diarahkan pada penerapan konsep job crafting, yakni upaya proaktif karyawan dalam mengembangkan cara bekerja agar lebih efektif, bermakna, dan selaras dengan tujuan organisasi tanpa mengubah tugas utama, prosedur, maupun standar keselamatan kerja.
Dekan Fakultas Psikologi UNJ, Gumgum Gumelar Fajar Rakhman, mengatakan kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memastikan hasil kajian akademik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan industri.

Menurutnya, ilmu psikologi tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga perlu hadir untuk menjawab kebutuhan nyata organisasi, termasuk mendukung kesejahteraan karyawan (employee well-being) dan peningkatan kualitas lingkungan kerja.
HR Manager PT MAHLE Indonesia, Anita Setyastuti, menilai kerja sama dengan Fakultas Psikologi UNJ membuka ruang pembelajaran yang menghubungkan kebutuhan industri dengan pendekatan psikologi yang aplikatif.
Ia menjelaskan bahwa perubahan budaya kerja tidak cukup berhenti pada peningkatan pemahaman, tetapi perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kemampuan mengambil inisiatif, bertanggung jawab terhadap pekerjaan, serta membangun kolaborasi antarkaryawan.
Dalam workshop tersebut, peserta diajak memahami bagaimana job crafting dapat diterapkan melalui pengelolaan tuntutan dan sumber daya kerja, penguatan hubungan kerja yang positif, serta pencarian makna dalam setiap kontribusi yang diberikan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan karyawan sekaligus memperkuat budaya kerja yang produktif.
Konsep job crafting juga diintegrasikan dengan tiga pilar Achievers Culture yang diterapkan di MAHLE Indonesia, yakni entrepreneurship, accountability, dan collaboration. Semangat kewirausahaan diwujudkan melalui keberanian mencari ide dan cara kerja yang lebih baik. Akuntabilitas tercermin dari kesediaan bertanggung jawab terhadap proses dan hasil kerja tanpa menunggu instruksi, sedangkan kolaborasi diwujudkan melalui kemauan saling membantu, berbagi pengetahuan, serta menghargai kontribusi setiap anggota tim.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk menunjukkan kontribusi yang nyata dan terukur dalam pekerjaan, sekaligus membangun budaya kerja yang tetap mengedepankan kerja sama dan sikap rendah hati.
Sebagai bagian dari tindak lanjut program, setiap peserta memperoleh Achievers Culture Journey Passport yang digunakan sebagai panduan dalam menjalankan rencana aksi setelah pelatihan. Instrumen ini diharapkan membantu peserta menerapkan perubahan perilaku kerja secara konsisten di lingkungan kerja masing-masing.
Tim pengabdian Fakultas Psikologi UNJ yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Lupi Yudhaningrum, Khairina Widya Primandari H., Liza Yudhita Widyastuti, Dewi Fransiska Simanjuntak, serta mahasiswa Magister Psikologi UNJ, Habib Aditya, dan Rinta Anresnani.
Sebagai penutup kegiatan, peserta menuliskan komitmen pribadi pada Commitment Tree dengan semangat “We Make Things Happen. Fruitful. Together.” Komitmen tersebut menjadi simbol bahwa perubahan budaya kerja dibangun melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.
Kolaborasi FPsi UNJ dan PT MAHLE Indonesia menunjukkan bahwa pengembangan budaya kerja positif tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas organisasi, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat, bermakna, dan berkelanjutan sejalan dengan target SDGs poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.