
Jakarta, Humas UNJ – Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Gliter Jak menyelenggarakan workshop literasi digital dan teknologi bertajuk “Membangun Literasi Teknologi Murid Melalui Elektronika, Robotika dan Inovasi Digital” pada 13 Februari 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat literasi teknologi sejak dini, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0. Workshop menghadirkan pelatihan robotika dasar yang dirancang secara interaktif, aplikatif, dan menyenangkan bagi para murid.
Dekan Fakultas Teknik UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, menyampaikan bahwa pelatihan robotika dasar memberikan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna.
“Melalui pelatihan robotika dasar ini, harapannya anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang konkret, aplikatif, dan menyenangkan. Mereka akan belajar mengenal komponen, memahami logika kerja sistem, serta membangun cara berpikir yang sistematis—mulai dari merancang, mencoba, mengevaluasi, hingga memperbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut selaras dengan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada penguatan critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami konsep teknologi, tetapi juga mengembangkan pola pikir inovatif dan problem solving yang dibutuhkan di masa depan.
Fakultas Teknik UNJ, lanjutnya, siap terus menjadi mitra strategis sekolah dan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dalam penguatan pendidikan teknologi, pendidikan vokasi, dan pengembangan talenta muda. Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada agenda satu hari, tetapi berlanjut dalam bentuk pembinaan kompetisi, kelas lanjutan, hingga penguatan ekosistem inovasi di sekolah-sekolah.
Dalam pesannya kepada para peserta, Prof. Neneng mendorong siswa untuk berani mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan.
“Dalam robotika, kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang penting adalah berani memulai, berani bertanya, dan berani memperbaiki. Siapa tahu, dari pelatihan ini lahir calon-calon inovator, teknolog, dan pemimpin masa depan Indonesia,” pesannya penuh semangat.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas dalam membangun fondasi literasi digital yang kuat. Dengan kolaborasi berkelanjutan, diharapkan sekolah-sekolah di DKI Jakarta semakin siap mencetak generasi unggul yang melek teknologi, inovatif, dan berdaya saing global.