FT UNJ Perkuat Pengembangan Kurikulum Program Studi Berbasis OBE

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Tingkatkan Perlindungan Kekayaan Intelektual, LPPM UNJ…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Hadirkan Klinik Pratama Modern untuk Perkuat Layanan Kesehatan dan Konseling Warga Kampus, UNJ Resmikan PLKK

Capaian Membanggakan, Atlet Aerobik Gimnastik UNJ Menempati Peringkat 4 Kejuaraan Internasional

Jembatani Kampus dan Dunia Kerja Bidang Pendidikan, UNJ Gelar Employer Meeting 2026

Dosen Prodi PKK FT UNJ Perkuat Pendidikan Anak Migran di Jepang melalui Pelatihan Play-Based Learning bagi Relawan Pendidikan

Tingkatkan Perlindungan Kekayaan Intelektual, LPPM UNJ Gelar Sosialisasi Lentera HKI

Jakarta, Humas UNJ – Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) menyelenggarakan “Workshop Pengembangan Kurikulum Program Studi di Lingkungan Fakultas Teknik Tahun 2026” pada Senin, 15 Juni 2026 di Tower A SFD UNJ. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis FT UNJ dalam memperkuat mutu pembelajaran dan menyempurnakan kurikulum program studi agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia industri, serta kebijakan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

Workshop ini mengangkat tema “Pengembangan Kurikulum dengan Pendekatan OBE Sesuai dengan SN-DIKTI dan Rekonstruksi Desain Pembelajaran (RPS) serta Penilaian CPL dan CPMK dengan OBE”. Kegiatan ini diikuti oleh dosen di lingkungan FT UNJ sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dalam menyusun kurikulum yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan upaya fakultas untuk memperkuat pemahaman dosen mengenai penerapan Outcome-Based Education (OBE), penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta penilaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).

“Workshop pengembangan kurikulum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkuat pemahaman secara lebih komprehensif, sehingga penerapan OBE, penyusunan RPS, serta penilaian CPL dan CPMK dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap program studi,” ujar Prof. Neneng.

Prof. Neneng juga menyampaikan apresiasi kepada Prof. Syamsul Arifin, yang hadir sebagai narasumber dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, menghasilkan berbagai masukan, dan menjadi pijakan bagi pengembangan kurikulum di lingkungan FT UNJ.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar. Dalam arahannya, Prof. Ifan menekankan bahwa pengembangan kurikulum berbasis OBE bukan sekadar pemenuhan dokumen akademik, tetapi bagian dari profesionalisme dosen dalam menjamin mutu pembelajaran.

“Menyiapkan RPS yang rinci dan lembar penilaian yang terukur bukan tugas administratif semata, tetapi kewajiban profesional dosen untuk memastikan ketercapaian kompetensi mahasiswa,” ujar Prof. Ifan.

Prof. Ifan menjelaskan bahwa implementasi OBE perlu mencakup tiga aspek utama, yaitu outcome-based curriculum, outcome-based learning and teaching, serta outcome-based assessment and evaluation. Menurutnya, ketiga aspek tersebut harus saling terhubung agar program studi dapat menunjukkan bukti nyata ketercapaian CPL, CPMK, dan sub-CPMK secara sistematis.

Ia juga mendorong FT UNJ untuk menjadi model dalam penerapan OBE di lingkungan universitas. Hal ini penting karena kurikulum berbasis capaian menuntut keselarasan antara profil lulusan, struktur kurikulum, proses pembelajaran, instrumen penilaian, dan sistem penjaminan mutu.

Narasumber utama, Prof. Syamsul Arifin, Guru Besar Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan DTF ITS sekaligus Tim Ahli Kurikulum Belmawa-Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, memaparkan pengembangan kurikulum pendidikan tinggi sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dengan pendekatan OBE.
Materi workshop mencakup paradigma pengembangan kurikulum berbasis OBE, tahapan penyusunan dokumen kurikulum, pembentukan mata kuliah, penentuan bobot SKS, penyusunan struktur dan peta kurikulum, rekonstruksi RPS, serta penilaian CPL dan CPMK. Peserta juga mendapatkan penguatan tentang pentingnya merancang asesmen yang dapat membuktikan capaian pembelajaran mahasiswa secara objektif dan berkelanjutan.

Penguatan kurikulum berbasis OBE ini juga sejalan dengan komitmen UNJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkaitan erat dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kompetensi lulusan. Selain itu, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja juga mendukung SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 tentang inovasi dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi, serta SDG 17 tentang kemitraan dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Melalui workshop ini, UNJ berharap setiap program studi di lingkungan Fakultas Teknik mampu melakukan rekonstruksi kurikulum secara lebih terarah, berbasis data, dan selaras dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu akademik, kesiapan akreditasi, serta kontribusi FT UNJ dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.