Bekasi, Humas UNJ – Kegiatan Refreshment Class Survei Kerentanan Bangunan yang diselenggarakan di Bekasi pada Senin, 28 Juli 2025, menjadi momentum penting bagi kolaborasi antara perguruan tinggi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upaya penguatan ketahanan terhadap risiko bencana.
Pada kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) turut berpartisipasi bersama empat perguruan tinggi lainnya, diantaranya Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, dan Universitas Tarumanagara.
Pada kesempatan ini, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati selaku Dekan FT UNJ yang turut hadir bersama 15 mahasiswa FT UNJ menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan fasilitasi yang diberikan oleh BNPB.
“Kami memandang kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi strategis antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung ketangguhan nasional terhadap risiko bencana,” ujar DekanFT UNJ, Prof. Neneng Silfi Ambarwati.
Kegiatan ini merupakan bagian awal dari rangkaian survei lapangan yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).

Sementara itu, dosen menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat dan riset terapan, khususnya dalam bidang mitigasi risiko bencana dan ketahanan infrastruktur.
Lebih lanjut, perguruan tinggi memperluas kontribusinya sebagai pusat kajian dan penggerak literasi kebencanaan, terutama di wilayah rawan seperti DKI Jakarta.
Dalam forum tersebut, perwakilan perguruan tinggi menyampaikan beberapa usulan kepada BNPB, antara lain:
- Dukungan terhadap penguatan sistem dan SDM kebencanaan nasional melalui pengembangan kurikulum berbasis kebencanaan, riset kolaboratif, dan integrasi data survei lapangan ke dalam sistem pembelajaran kampus.
- Pengembangan skema kerja sama lanjutan dalam bentuk riset dan program MBKM terintegrasi, seperti magang, asistensi mengajar di masyarakat terdampak bencana, serta proyek kemanusiaan berbasis data SIKEREN.
- Kemitraan jangka panjang dalam penyusunan modul pelatihan, pengembangan dashboard berbasis AI/IoT, dan program sertifikasi kompetensi kebencanaan bagi mahasiswa dan dosen.
- Pemanfaatan data survei lapangan oleh enumerator mahasiswa sebagai basis pengambilan kebijakan pemerintah dan sumber terbuka bagi riset akademik serta publikasi ilmiah, dengan koordinasi dan izin dari BNPB.
- Penguatan kolaborasi multi-pemangku kepentingan sebagai praktik terbaik (best practice) dalam membangun ketahanan bencana berbasis data, teknologi, dan sumber daya manusia.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Direktur Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, perwakilan dari Kementerian Keuangan, BPBD Provinsi DKI Jakarta, serta para narasumber, panitia, dan peserta dari berbagai institusi.
Prof. Neneng Silfi Ambarwati menyampaikan harapan agar kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi tonggak awal sinergi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan BNPB di masa mendatang.