Jakarta, Humas UNJ — Halimah Al Hasanah, atau yang akrab disapa Cinta, berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Magister Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) pada Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Gelombang Kedua di Sesi Kedua, pada 28 Oktober 2025.
Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96, Cinta membuktikan bahwa konsistensi dan semangat inovasi dalam dunia pendidikan dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Perjalanan akademik Cinta di UNJ penuh tantangan, terutama saat menyusun tesis. Ia mengungkapkan bahwa masa tersebut menjadi periode paling berat sekaligus berkesan.
“Perjalanannya sangat naik turun, terutama ketika menyusun tesis. Saat itu saya berjuang keras agar bisa lolos hibah penelitian tesis mahasiswa dari Dikti. Alhamdulillah, akhirnya berhasil,” tuturnya.
Motivasi terbesar Cinta dalam melanjutkan studi magister berasal dari dukungan keluarga, khususnya orang tua. Selain ingin memperdalam ilmu di bidang pendidikan fisika, ia terdorong oleh keinginan untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat. “Saya ingin menjadi pendidik yang terus berkembang dan mampu membawa pembelajaran fisika lebih relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Tesis yang digarap Cinta mengangkat tema integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran fisika, sebuah pendekatan inovatif yang mencerminkan pandangan maju terhadap pendidikan masa depan.
“Saya percaya dunia pendidikan perlu gebrakan baru. Dengan integrasi AI, pembelajaran bisa lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital saat ini,” jelasnya.
Dalam proses penelitian, Cinta memulai semuanya dari nol, termasuk pengembangan situs web pendukung pembelajaran yang menjadi bagian dari proyek risetnya.
“Prosesnya panjang dan menantang, tapi justru di situ letak pengalaman berharga saya. Dari awal hingga akhir, saya belajar banyak hal baru,” tambahnya.
Di luar aktivitas akademik, Cinta juga aktif sebagai pengajar lepas di berbagai lembaga bimbingan belajar seperti Kumon dan Sinteta. Rutinitas padat antara kuliah dan pekerjaan membuatnya harus pandai mengatur waktu.
“Pagi kuliah, sore sampai malam bekerja. Kalau soal istirahat, ya curi-curi waktu saja,” ujarnya sambil tersenyum.
Dukungan dari dua dosen pembimbing serta keluarga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan studinya. “Tanpa mereka, saya mungkin tidak akan sampai di titik ini,” katanya.
Predikat wisudawan terbaik bagi Cinta bukan sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk pembuktian diri. “Secara pribadi, ini kebanggaan tersendiri. Secara profesional, ini bukti bahwa kuliah tidak hanya tentang menyelesaikan studi, tapi juga menorehkan prestasi dan kontribusi nyata,” tuturnya.
Setelah lulus, Cinta berharap dapat melanjutkan studi ke jenjang doktoral melalui program beasiswa. “Saya ingin segera melanjutkan S3 agar bisa terus mengembangkan penelitian di bidang pendidikan fisika,” ujarnya penuh semangat.
Menutup wawancara, Cinta mengenang perjalanannya di UNJ. “Saya sudah 6,5 tahun di UNJ—empat setengah tahun untuk S1 dan dua tahun di S2. Semua strata memberikan banyak ilmu, pengalaman, dan manfaat yang luar biasa untuk masa depan,” pungkasnya.