
Jakarta, Humas UNJ —Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FBS UNJ), kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Sebanyak lima mahasiswa dan satu dosen berhasil terpilih sebagai delegasi UNJ untuk mengikuti Program Sekolah Musim Panas (École d’Été) Erasmus+ 2025 yang diselenggarakan di Luang Prabang dan Vientiane, Laos, Asia Tenggara, pada 20–27 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama internasional strategis antara UNJ dan Université Savoie Mont Blanc (USMB), Prancis, dalam skema Erasmus+ yang berfokus pada penguatan kapasitas akademik dan jejaring global di bidang pendidikan bahasa Prancis.
Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengembangkan kompetensi interkultural dan profesional mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL), yang dipadukan dengan eksplorasi langsung terhadap budaya lokal di kawasan frankofon Asia Tenggara. Melalui interaksi lintas budaya, pengalaman akademik internasional, serta kolaborasi dengan dosen dan mahasiswa dari berbagai latar belakang, program ini dirancang tidak hanya untuk memperkaya pemahaman linguistik, tetapi juga membekali peserta dengan wawasan global yang relevan bagi dunia pendidikan dan diplomasi budaya.

Adapun lima mahasiswa yang mewakili FBS UNJ dalam program ini, yaitu: (1) Adinda Adzkia Noviyanti; (2) Adzkia Hanifiyatul Ulya; (3) Dewinta Sari; (4) Muhammad Fauzan; (5) Muhammad Sulthan Fadhillah. Mereka didampingi oleh Evi Rosyani Dewi sebagai dosen pembimbing selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, pengajaran intensif disampaikan oleh dua dosen dari USMB Chambéry, Prancis, yaitu Marithé Crozet dan Florence Besson-Reynaud, baik melalui sesi kelas maupun kegiatan berbasis proyek.
Pada kesempatan ini, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNJ, Samsi Setiadi, menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FBS UNJ dalam program ini. “Partisipasi mahasiswa dan dosen dalam kegiatan internasional seperti ini merupakan wujud nyata dari komitmen UNJ dan FBS dalam membangun kampus yang berdampak secara global. Kami terus mendorong setiap program studi untuk memperluas jejaring internasional demi meningkatkan kualitas lulusan dan reputasi institusi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Yusi Asnidar selaku Wakil Dekan III FBS UNJ sekaligus dosen Prodi Pendidikan Bahasa Prancis. Ia menekankan pentingnya penguatan pengalaman lintas budaya dalam proses pembelajaran bahasa asing. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar bahasa Prancis secara akademik, tetapi juga secara kontekstual melalui interaksi langsung dengan budaya lokal dan internasional. Ini adalah bentuk pendidikan global yang nyata dan relevan di masa kini,” jelasnya.
Program École d’Été Erasmus+ ini dikemas dalam bentuk perpaduan antara kuliah tematik, eksplorasi budaya lokal, dan penyusunan proyek kolaboratif. Rangkaian kegiatan selama delapan hari meliputi: Penyambutan peserta di Stasiun Vientiane, perjalanan ke Luang Prabang, dan rapat koordinasi pembukaan; Kunjungan ke Wat Xieng Thong, Museum Istana Kerajaan, dan Air Terjun Kuang Si; Kuliah inti, sesi PjBL, dan pelayaran di Sungai Mekong; Kuliah lanjutan dan perjalanan menuju Vientiane; Kegiatan kuliah di AUF (Agence universitaire de la Francophonie) dan PjBL; Finalisasi proyek serta Gala Dinner; Wisata ke Bouddha Park dan kunjungan ke Night Market; dan Kepulangan peserta ke Indonesia.
Program ini tidak hanya memperluas kemampuan bahasa Prancis peserta, tetapi juga menanamkan keterampilan kolaborasi internasional, kepekaan budaya, dan pemikiran kritis. Bagi Prodi Pendidikan Bahasa Prancis, keikutsertaan ini menjadi langkah konkret menuju visi internasionalisasi pendidikan yang menyeluruh dan berdampak.
Partisipasi dalam École d’Été Erasmus+ ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FBS UNJ untuk mendorong mahasiswa tampil di panggung global. Dengan semangat kolaboratif dan pembelajaran transnasional, FBS UNJ terus memperkuat perannya sebagai penggerak internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Dengan terselenggaranya program ini secara sukses, UNJ melalui FBS kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kemitraan global dan mempersiapkan sumber daya manusia unggul dengan perspektif lintas budaya dan global-minded. Diharapkan, kolaborasi serupa akan terus berkembang di masa mendatang untuk memperkuat peran UNJ sebagai kampus bereputasi internasional dan berkontribusi nyata dalam diplomasi pendidikan dan budaya.