Jaga Masa Depan Laut Indonesia, Dosen dan Mahasiswa Prodi S2 Manajemen Lingkungan SPs UNJ Ambil Peran dalam World Ocean Day 2026

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Refleksi Hardiknas Dalam Kilasan Pemikiran Tiga…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Dosen FT UNJ Latih UMKM Jatinegara Kaum Kembangkan Produk Singkong dan Pemasaran Digital

Dosen FT UNJ Latih Kader PKK Jatinegara Kaum Jadi Affiliate TikTok

Dua Mahasiswa UNJ Melaju ke Pilmapres Nasional 2026

Dosen UNJ Bekali Warga Kampung Melayu Keterampilan Jahit dan Pemasaran Digital

FEB UNJ Terima Benchmarking Pengembangan Magister Manajemen UAI

Jakarta, Humas UNJ — Dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (Prodi S2 Manajemen Lingkungan SPs UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui partisipasi aktif pada peringatan World Ocean Day 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Kemen LH/BPLH RI) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Series #2 Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ bertema “Aksi Nyata untuk Pantai Produktif dan Berkelanjutan” ini melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai representasi perguruan tinggi dalam mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir dan laut Indonesia. Partisipasi tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi akademisi dalam mendorong terciptanya lingkungan pesisir yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Peringatan World Ocean Day 2026 dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Moh. Jumhur Hidayat, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kemen LH/BPLH, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, POLRI, United Nations Environment Programme (UNEP), organisasi non-pemerintah, relawan lingkungan, Pramuka Pantai, serta masyarakat Kepulauan Seribu. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pencemaran laut, sampah plastik, dan dampak perubahan iklim terhadap kawasan pesisir.

Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih pantai dan pesisir, pelepasan tukik sebagai bagian dari upaya konservasi penyu, edukasi lingkungan, kampanye pengurangan sampah plastik, serta penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa laut tidak hanya menjadi sumber pangan dan penggerak ekonomi, tetapi juga penopang kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya.

Koordinator Program Studi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ sekaligus Ketua PKM Series #2, Prof. Eliana Sari, menegaskan bahwa peringatan World Ocean Day merupakan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian laut Indonesia.

“World Ocean Day bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa kesehatan laut sangat menentukan kualitas hidup manusia. Melalui keterlibatan dalam aksi lingkungan di Pulau Pramuka ini, kami ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan serta menggerakkan kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan pesisir,” ujar Prof. Eliana Sari.

Ia menambahkan bahwa persoalan sampah laut memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

“Permasalahan sampah laut tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Partisipasi Prodi Magister Manajemen Lingkungan SPs UNJ dalam World Ocean Day 2026 menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, dosen dan mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam aksi pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh pengalaman empiris mengenai tantangan pengelolaan kawasan pesisir dan laut. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif serta mendorong lahirnya berbagai inisiatif berkelanjutan untuk menjaga masa depan ekosistem laut Indonesia.