Kegigihan Uu Jalaluddin, Buruh Harian Lepas yang Berjuang Lawan Stigma hingga Berhasil Menjadikan Anaknya Lulus Sarjana di UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Tingkatkan Strategi Bisnis Global, FEB UNJ…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Perkuat Mutu dan Daya Saing Global, UNJ Pertahankan Status Akreditasi Unggul hingga 2027

Trilogi Pesan Rektor UNJ Saat Pelantikan OPMAWA dan ORMAWA

Perkuat Daya Saing Lulusan, FIKK UNJ Gelar Pendampingan Penyusunan Skema Sertifikasi Profesi

UNJ dan BRI Resmikan Kantor Layanan di Kampus serta Serah Terima CSR untuk Dukung Mobilitas Sivitas Akademika

UNJ Perkuat Kompetensi Dosen PPG melalui Pelatihan PEKERTI

Jakarta, Humas UNJ – Uu Jalaluddin, yang akrab disapa Uu, merupakan salah satu orang tua wisudawan yang hadir dalam prosesi wisuda Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di GOR Kampus UNJ pada 23 April 2025.

Uu mengungkapkan bahwa di kampungnya, masih ada anggapan stigma bahwa anak perempuan tidak perlu mengenyam pendidikan tinggi. “Nanti kelak menikah jadi ibu rumah tangga dan lebih banyak mengurus keluarga dan dapur,” ujarnya sambil berseloroh.

Namun, Uu percaya bahwa pendidikan dapat mengubah jalan hidup seseorang, termasuk perempuan. Ia yakin bahwa dengan pendidikan, seseorang bisa meraih kesuksesan dalam bidang keilmuannya dan bahkan mampu mengangkat derajat orang tua.

“Jangan takut terhadap pernyataan atau omongan orang lain dan jangan takut meraih mimpi masa depan yang baik,” katanya.

Merajut Kebahagiaan di Momen Wisuda
Proses perkuliahan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Uu menceritakan bahwa anaknya, Sri Rahayu, yang menempuh pendidikan di Program Studi Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni, hampir berhenti di tengah jalan.

“Dulu, anak saya hampir berhenti kuliah karena merasa tidak sejalan dengan latar belakang pendidikan menengahnya,” katanya.

Namun, dengan tekad dan keyakinan yang tinggi serta dukungan dari dosen dan kedua orang tua, Sri berhasil membuktikan keraguannya dan menyelesaikan studinya.

“Saya sangat berterima kasih kepada para dosen UNJ yang telah memberi nasihat dan dukungan. Kami sebagai orang tua terus memberi semangat dan motivasi hingga akhirnya ia bangkit kembali,” ujarnya.

Kebangkitan itu juga ditunjukkan oleh Sri dengan meraih prestasi sebagai peserta magang internasional di luar negeri. “Saya merasa haru dan bangga dengan apa yang dicapai oleh anak saya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Uu juga berpesan kepada seluruh orang tua untuk tidak takut dan ragu menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. “Jangan jadikan biaya sebagai alasan, peluang beasiswa ada di mana-mana,” katanya.

Menurut Uu, Sri Rahayu adalah salah satu mahasiswa penerima beasiswa bidik misi hingga berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan bidang Studi Bahasa Jerman. “Semua harus dilakukan dengan usaha dan kerja keras,” katanya.

“Saya ini hanya buruh harian lepas yang bertekad menyekolahkan anak saya setinggi mungkin hingga diwisuda hari ini. Terima kasih saya ucapkan kepada pihak Kampus UNJ,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui pelaksanaan wisuda ini, anaknya dapat menapaki langkah menuju masa depan yang lebih baik dan menjadi seseorang yang sukses serta berguna bagi masyarakat.