Kegigihan Uu Jalaluddin, Buruh Harian Lepas yang Berjuang Lawan Stigma hingga Berhasil Menjadikan Anaknya Lulus Sarjana di UNJ

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Perkuat Kolaborasi Global dengan Filipina…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Jawab Tantangan “Mismatch” Dunia Kerja, UNJ Siapkan Ratusan Skema Sertifikasi Kompetensi Futuristik

FISH UNJ Gelar Employer Meeting untuk Perkuat Lulusan Adaptif dan Kompeten dalam Dunia Kerja

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

Jakarta, Humas UNJ – Uu Jalaluddin, yang akrab disapa Uu, merupakan salah satu orang tua wisudawan yang hadir dalam prosesi wisuda Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di GOR Kampus UNJ pada 23 April 2025.

Uu mengungkapkan bahwa di kampungnya, masih ada anggapan stigma bahwa anak perempuan tidak perlu mengenyam pendidikan tinggi. “Nanti kelak menikah jadi ibu rumah tangga dan lebih banyak mengurus keluarga dan dapur,” ujarnya sambil berseloroh.

Namun, Uu percaya bahwa pendidikan dapat mengubah jalan hidup seseorang, termasuk perempuan. Ia yakin bahwa dengan pendidikan, seseorang bisa meraih kesuksesan dalam bidang keilmuannya dan bahkan mampu mengangkat derajat orang tua.

“Jangan takut terhadap pernyataan atau omongan orang lain dan jangan takut meraih mimpi masa depan yang baik,” katanya.

Merajut Kebahagiaan di Momen Wisuda
Proses perkuliahan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Uu menceritakan bahwa anaknya, Sri Rahayu, yang menempuh pendidikan di Program Studi Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni, hampir berhenti di tengah jalan.

“Dulu, anak saya hampir berhenti kuliah karena merasa tidak sejalan dengan latar belakang pendidikan menengahnya,” katanya.

Namun, dengan tekad dan keyakinan yang tinggi serta dukungan dari dosen dan kedua orang tua, Sri berhasil membuktikan keraguannya dan menyelesaikan studinya.

“Saya sangat berterima kasih kepada para dosen UNJ yang telah memberi nasihat dan dukungan. Kami sebagai orang tua terus memberi semangat dan motivasi hingga akhirnya ia bangkit kembali,” ujarnya.

Kebangkitan itu juga ditunjukkan oleh Sri dengan meraih prestasi sebagai peserta magang internasional di luar negeri. “Saya merasa haru dan bangga dengan apa yang dicapai oleh anak saya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Uu juga berpesan kepada seluruh orang tua untuk tidak takut dan ragu menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. “Jangan jadikan biaya sebagai alasan, peluang beasiswa ada di mana-mana,” katanya.

Menurut Uu, Sri Rahayu adalah salah satu mahasiswa penerima beasiswa bidik misi hingga berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan bidang Studi Bahasa Jerman. “Semua harus dilakukan dengan usaha dan kerja keras,” katanya.

“Saya ini hanya buruh harian lepas yang bertekad menyekolahkan anak saya setinggi mungkin hingga diwisuda hari ini. Terima kasih saya ucapkan kepada pihak Kampus UNJ,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui pelaksanaan wisuda ini, anaknya dapat menapaki langkah menuju masa depan yang lebih baik dan menjadi seseorang yang sukses serta berguna bagi masyarakat.