Kemenpar RI, UNJ, dan Pemda Indramayu Jalin Kerja Sama Tripartit dalam Forum Penguatan Destinasi dan Digitalisasi Pariwisata Daerah

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Perkuat Jejak Internasionalisasi dan Reputasi Global,…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Komitmen UNJ Tingkatkan Lulusan Berdaya Saing Global melalui Employer Meeting dan Kolaborasi Dunia Industri

BP3 selenggarakan Pembekalan dan Pelepasan PKM Semester 124 Tahun 2026

Perkuat Relevansi Lulusan, FIKK UNJ Gelar Employer Meeting 2026 dan Bangun Kolaborasi Strategis dengan DUDI

FMIPA UNJ Perkuat Kurikulum, Riset, dan Inovasi Industri Lewat Equity in Excellence

FIP UNJ Dorong Konektivitas Akademik–Industri Lewat Equity in Excellence untuk Pendidikan Berdampak

Indramayu, Humas UNJ — Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga menginisiasi kerja sama tripartit strategis dalam rangka penguatan pemberdayaan potensi destinasi dan digitalisasi pariwisata daerah. Kerja sama ini diformalkan dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Pemberdayaan Potensi Destinasi dan Digitalisasi Pariwisata Kabupaten Indramayu”, yang diselenggarakan pada Kamis, 24 Juli 2025 di Hotel Gardena, Jatibarang, Indramayu.

FGD ini menghadirkan tokoh-tokoh penting, yaitu Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar RI, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah 1, Bupati Indramayu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Indramayu, Rektor UNJ, serta Ketua Senat Akademik UNJ. Kegiatan ini juga diikuti oleh 50 peserta dari unsur akademisi, pelaku dunia usaha, instansi pemerintah, masyarakat pelaku pariwisata, dan media.

Pada kegiatan FGD ini juga turut dipaparkan materi oleh narasumber yang dibagi menjadi dua sesi. Untuk sesi pertama yang dimoderatori oleh Dadang Rizki Ratman ini memaparkan materi dari Prof. Ahman Sya selaku Ketua Senat Akademik UNJ yang memaparkan mengenai “Pemberdayaan Potensi Destinasi Pariwisata Indramayu”. Berikutnya Ahmad Syadali selaku Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Indramayu, yang membahas mengenai “Kebijakan dan Arah Pengembangan Pariwisata Kabupaten Indramayu”.

Lalu pada sesi kedua yang dimoderatori oleh Ramlan Kamarullah ini memaparkan materi dari Sugeng Handoko selaku Pengelola Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta yang memaparkan materi mengenai “Best Practice Pengelolaan Desa Wisata”. Selanjutnya Reza Permadi selaku CEO Atourin yang menyampaikan materi mengenai Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Digitalisasi”. dimoderatori oleh Ramlan Kamarullah.

Pada kesempatan ini, Hariyanto selaku Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar RI menyatakan bahwa pembangunan pariwisata ke depan harus berbasis pemberdayaan masyarakat dan ditopang oleh transformasi digital. “Indramayu memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Melalui sinergi antarlembaga dan digitalisasi destinasi, kita dapat mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan nasional,” ujarnya.

Sementara itu Lucky Hakim selaku Bupati Indramayu, dalam sambutannya menekankan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong sektor pariwisata sebagai pilar pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami menyambut baik kolaborasi dengan Kemenpar RI dan UNJ sebagai upaya konkret untuk memperkuat kapasitas daerah dalam mengelola dan memasarkan destinasi wisata di Indramayu,” ungkapnya.

Lalu Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan bahwa UNJ hadir melalui tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam riset terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta pelatihan dan literasi digital untuk pelaku pariwisata lokal. “Kami percaya, pengembangan pariwisata daerah khususnya di Kabupaten Indramayu memerlukan pendekatan kolaboratif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Senat Akademik UNJ, Prof. Ahman Sya, yang turut menambahkan pentingnya aspek keadilan sosial dan pemberdayaan dalam pengembangan destinasi wisata, agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam ekosistem pariwisata. “Diperlukan kontinuitas kerjasama tripartit ini untuk membangun kepariwisataan Indramayu lebih baik lagi. Untuk itu akan dilakukan atau diinisiasi penyusunan draft peta jalan (road map) pariwisata Indramayu agar pembangunan bidang ini terukur dan jelas capaiannya. Selanjutnya akan diserahkan ke Pemda Indramayu untuk dibahas dan dimatangkan”, ujar Prof. Ahman Sya yang juga guru besar bidang Geografi Pariwisata.

Forum ini menjadi langkah awal dari kerja sama jangka panjang antara Kemenpar RI, UNJ, dan Pemda Indramayu. Berbagai program lanjutan akan dirancang, seperti pelatihan digital marketing untuk pelaku wisata, pengembangan kurikulum lokal berbasis potensi daerah, hingga pendampingan destinasi wisata berbasis budaya dan lingkungan.

Melalui forum ini, diharapkan sinergi antara unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan media mampu mendorong transformasi pariwisata Indramayu ke arah yang lebih inovatif, inklusif, dan berdaya saing nasional maupun global.