Ketua ATPI: Turnamen Tenis Jadi Ajang Kolaborasi dan Ruang Bahagia bagi Para Profesor

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

FEB UNJ Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional dalam Pertemuan Strategis dengan Kedutaan Prancis

FBS UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Cetak Lulusan Adaptif dan Kompetitif

Jakarta, Humas UNJ – Ketua Asosiasi Tenis Profesor Indonesia (ATPI), Prof. Suharnomo, menegaskan bahwa turnamen tenis antarprofesor bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan wadah strategis untuk mempererat hubungan dan membangun kolaborasi antarperguruan tinggi di Indonesia.

“Turnamen ini kami rancang sebagai ruang kolaborasi antarprofesor dari berbagai bidang keahlian. Meski bertanding, tujuan utamanya adalah memperkuat sinergi dan jaringan lintas kampus,” ujar Prof. Suharnomo usai memenangkan pertandingan pertamanya bersama Prof. I Nyoman Widarsa.

Ia menambahkan bahwa kebersamaan yang terjalin melalui berbagai kegiatan ATPI, termasuk turnamen ini, menjadi fondasi penting dalam membangun chemistry antarprofesor. “Kami sering bertemu di berbagai kegiatan ATPI. Kedekatan itu terasa nyata, baik di lingkungan kampus masing-masing maupun saat berinteraksi dengan rekan dari kampus lain,” jelasnya.

Terkait semangat bertanding, Prof. Suharnomo menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan kebahagiaan batin. “Kami semua sudah tidak muda lagi, jadi menjaga ruang bahagia itu penting. Tidak perlu terlalu ngotot mengejar bola atau sekadar ingin menang. Yang utama adalah tetap sehat, senang, menjalin pertemanan baru, dan menikmati momen kebersamaan ini,” ungkapnya.

Turnamen ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi media efektif untuk membangun silaturahmi dan kerja sama antarakademisi. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan, kolaborasi, dan kebahagiaan yang menjadi esensi dari komunitas akademik.

Pesan Prof. Suharnomo menjadi pengingat bahwa semangat  kebersamaan jauh lebih penting daripada sekadar meraih kemenangan.