Jakarta, Humas UNJ — Menjadi pemimpin perempuan di dunia akademik bukanlah perjalanan yang mudah. Namun bagi Widya Parimita, tantangan tersebut justru menjadi ruang untuk tumbuh dan memberi dampak . “Pemimpin perempuan harus mampu memimpin dengan tetap hangat, tegas, dan mampu menciptakan perubahan,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Badan Pengelola Usaha Universitas Negeri Jakarta (BPU UNJ) oleh tim Humas.
Widya Parimita merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ dengan keahlian di bidang manajemen dan kewirausahaan. Sosoknya dikenal rendah hati namun tegas, dan karakter yang tercermin dalam gaya kepemimpinannya baik sebagai akademisi maupun pemimpin organisasi di lingkungan kampus.
Bagi Widya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tentang kepercayaan dan dampak yang diberikan. “Memimpin bukan tentang siapa yang paling tinggi, tapi siapa yang paling bisa dipercaya dan memberi dampak,” tuturnya dengan senyum ramah yang menjadi ciri khasnya.
Widya telah mengemban berbagai peran strategis di UNJ, mulai dari Ketua Kantor Urusan Internasional, Kepala Humas, Ketua Program Studi Sekretari, Kepala UPT Bahasa, hingga kini menjabat sebagai Kepala BPU UNJ. Dalam setiap peran, ia selalu hadir dengan semangat untuk menumbuhkan potensi orang lain, bukan sekadar memberi arahan.
Perjalanan hidupnya pun penuh warna. Saat menempuh studi di Amerika Serikat, ia harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Pagi hari menjadi loper koran, siang kuliah, dan malam bekerja sebagai kasir di restoran Jepang. “Bekerja di negeri orang itu berat, tapi di situlah saya belajar tentang ketekunan, kemandirian, dan pentingnya tidak gengsi,” kenangnya.
Pengalaman tersebut telah membentuk karakter kepemimpinannya yang tangguh, inklusif, dan solutif. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tidak membiarkan orang lain berjalan sendiri, melainkan selalu berusaha merangkul dan mengajak bersama.
Salah satu bukti nyata kepemimpinannya terlihat saat menjabat sebagai Kepala UPT Bahasa di masa pandemi. Ketika banyak unit kampus terhenti, ia bersama tim justru meluncurkan inovasi tes bahasa berbasis daring, yang menjadi satu-satunya layanan serupa di masa itu. “Saya percaya, saat krisis datang, kita jangan berhenti berinovasi. Justru di sanalah peluang muncul,” tegasnya.
Kini, sebagai Kepala BPU UNJ, Widya memimpin berbagai unit usaha kampus. Ia tidak hanya fokus pada hasil bisnis, tetapi juga membangun budaya kerja yang sehat, menghargai ide, dan mendorong keberanian mengambil peran, terutama bagi perempuan muda di kampus.
“Saya ingin mahasiswa, terutama mahasiswi, melihat bahwa kita bisa. Perempuan bisa memimpin, mengambil keputusan, dan membangun sesuatu yang besar dengan caranya sendiri,” ucapnya penuh semangat.
Tak heran, banyak mahasiswa dan rekan kerja mengenalnya sebagai pemimpin yang bersahabat. Ia tidak hanya memberi arahan, tetapi juga hadir untuk mendengar, mendukung, dan tumbuh bersama.
Baginya, menjadi pemimpin perempuan bukan sekadar menunjukkan kemampuan, tetapi menghadirkan harapan dan memberi ruang bagi orang lain untuk ikut bertumbuh. Widya Parimita adalah contoh nyata kepemimpinan yang menginspirasi, menghargai, dan memberdayakan.