KUI UNJ Gelar Workshop untuk Tingkatkan Kompetensi Internasional Perguruan Tinggi

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Muhammad Zacky Alfatah, Mahasiswa UNJ yang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Buktikan Diri sebagai Kampus Berdampak, UNJ Tuai Pujian dan Undangan Kolaborasi dari Berbagai Pihak

Wujudkan Visi Kampus Berdampak, UNJ Gelar FGD Diseminasi Pengabdian Masyarakat Program EQUITY LPDP

9 Duta Besar Hadiri Pertemuan Francophonie 2026, UNJ Fokus Perkuat Kerja Sama Internasional

Pemeringkatan Internasional UNJ Terus Melesat, Kini Masuk Peringkat 801+ versi THE Asia University Ranking

UNJ Akselerasi SDGs ke-3 melalui Penguatan Ekosistem Kampus Sehat Mental lewat Sosialisasi PLPBK dan Pelatihan PFA

Jakarta, Humas UNJ – Kantor Urusan Internasional Universitas Negeri Jakarta (KUI UNJ) menyelenggarakan “Pelatihan dan Workshop Peningkatan Kompetensi Internasional Perguruan Tinggi Tahun 2025” yang berlangsung di Aula Gedung Syafei, Kampus UNJ. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, dari 1 Juli 2025 sampai dengan 3 Juli 2025.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhamad Fadholi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan dan workshop ini bertujuan untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam kancah internasional. “Antusiasme peserta sangat positif dan menjadi motivasi tersendiri bagi kami,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta yang berasal dari lingkungan internal UNJ maupun institusi eksternal. Fadholi berharap, melalui kegiatan ini, peran perguruan tinggi Indonesia dapat semakin diperhitungkan di tingkat global.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kemitraan strategis antarperguruan tinggi.

“Melalui kegiatan kolaboratif seperti ini, harapannya kita dapat bersanding, bukan bersaing, antar institusi demi kemajuan bersama,” ungkap Andy.

Ia juga menambahkan bahwa UNJ membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan dan hilirisasi produk riset dan inovasi, hingga program pertukaran mahasiswa dan double degree. Menurutnya, internasionalisasi kampus adalah hasil dari kerja kolaboratif, bukan semata-mata upaya institusi secara mandiri.

“Pelatihan ini diharapkan menghasilkan kesepahaman dan manfaat bersama antarperguruan tinggi,” tambahnya.

Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan beberapa sesi workshop, antara lain:

  1. Pelatihan Bahasa Inggris Profesional (penulisan email formal, percakapan, dan presentasi) oleh Rizka Widayati dari LCU-UNJ.
  2. Workshop Dokumen Keimigrasian oleh Wihadi Sutrisno dari Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian.
  3. Manajemen Kerja Sama Internasional dan Studi Kasus Manajemen Kerja Sama Internasional oleh Asrori, Kepala KUI Universitas Negeri Surabaya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNJ dalam mewujudkan kampus yang berdampak secara global melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi internasional sivitas akademika.