Jakarta, Humas UNJ – Badan Narkotika Nasional (BNN) kunjungi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam rangka kolaborasi untuk perkuat pencegahan dan penanganan tindak pidana narkotika di lingkungan pendidikan terutama kalangan remaja. Kegiatan ini disambut langsung oleh Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ di Ruang Rapat Rektor Kampus UNJ pada 1 Maret 2026.
Pada kesempatan itu Prof. Komarudin menyampaikan apresiasinya sekaligus mendukung segala upaya BNN untuk melakukan kolaborasi memperkuat pencegahan bahaya narkotika di kalangan remaja dan lingkungan pendidikan terutama di UNJ.
“Kami selama ini senantiasa berupaya untuk melakukan pencegahan dan penanganan narkoba dan salah satunya kita kerja sama dengan Polres untuk mitigasi, dll.” ungkapnya.
Menurutnya UNJ yang juga mengelola Labschool dengan jumlah peserta didik yang tidak sedikit merasa perlu melakukan mitigasi bahaya narkotika demi tercapainya generasi yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.
Sementara itu Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto selaku Kepala BNN pada kesempatan itu juga turut mengapresiasi atas hal positif yang dilakukan UNJ dalam upaya melakukan pencegahan dan memerangi bahaya narkotika di kalangan remaja.
Sejalan dengan itu dirinya juga turut mengapresiasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ sebagai mitra BNN dan juga United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) sebagai tim riset dalam implementasi Family United Programme di Indonesia yang menjadi program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba oleh BNN-RI.
Menurutnya kunjungan ini bagian dari silaturahmi sekaligus mengajak UNJ untuk berkolaborasi dalam berbagai hal terkait penanganan dan pencegahan bahaya narkotika.
“Program penting yang dapat digagas terkait dengan edukasi dan literasi kepada anak-anak dan kaum muda, sekaligus pengaderan duta anti narkotika di lingkungan kampus,” katanya.
Menurutnya berbagai program kolaborasi ini diharapkan UNJ dapat menjadi kampus percontohan dalam upaya pencegahan bahaya narkotika. Dirinya juga menambahkan bahwa kolaborasi yang dilakukan dengan Program Studi Bimbingan Konseling FIP UNJ dapat menjadi percontohan penyusunan kurikulum Pendidikan Tinggi bagi kampus lainnya.
Menurut Komjen. Pol. Suyudi Ario Tejo bahwa saat ini peredaran narkotika sudah merajalela. Dirinya menambahkan bentuk narkoba yang beredar dalam masyarakat juga sudah ada dalam bentuk liquid rokok elektrik yang sulit terdeteksi.
Menurut Kepala BNN itu juga dirinya serius mendorong berbagai upaya untuk menghentikan laju peredaran tersebut melalui berbagai platform dan kolaborasi lintas lembaga, salah satunya dengan lembaga pendidikan seperti UNJ.
Dirinya mengapresiasi atas komitmen dan sinergi UNJ yang menerima ajakan kolaborasi ini dan berharap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan segera terbit dalam waktu dekat.