Langkah Besar UNJ Menuju Ekosistem Inovasi Global, 15 Produk Unggulan Tampil di AABI Summit 2025 dan Curi Perhatian Dunia

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ Kembali Pertahankan Predikat “Badan Publik…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

FISH UNJ Gelar Employer Meeting untuk Perkuat Lulusan Adaptif dan Kompeten dalam Dunia Kerja

Batavia Team UNJ Raih Juara 5 Kategori Battery Electric di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East 2026

Comdev Program EQUITY UNJ Hadirkan Trauma Healing bagi Siswa di Daerah Rawan Bencana Cianjur

FT UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Perkuat Kolaborasi Industri untuk Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dan Kebutuhan Dunia Kerja

FEB UNJ Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional dalam Pertemuan Strategis dengan Kedutaan Prancis

Surakarta, Humas UNJ — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan langkah nyata dalam memperluas jejaring riset dan inovasi di tingkat internasional. Melalui partisipasinya dalam Asian Association of Business Incubation (AABI) Summit 2025, UNJ menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem inovasi yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Kegiatan bergengsi ini berlangsung pada 15–17 Oktober 2025 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dan dihadiri lebih dari 300 peserta dari lebih 10 negara, meliputi akademisi, pengelola inkubator bisnis Asia, lembaga pemerintah, BUMN, pelaku industri strategis, serta pengusaha inovatif. Dalam ajang ini, UNJ memamerkan 15 produk inovasi unggulan, yang dikembangkan melalui program EQUITY dan didanai oleh Dana Abadi Pendidikan Tinggi (DAPT) LPDP.

Partisipasi UNJ dalam AABI Summit 2025 memiliki tiga tujuan utama, yaitu: (1) Menampilkan kapasitas riset dan inovasi UNJ di panggung internasional; (2) Mendorong kolaborasi antara inventor, investor, dan mitra industri; dan (3) Menginspirasi transformasi pendidikan tinggi agar berperan aktif dalam inovasi beretika, aplikatif, dan berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada kegiatan ini, para pengunjung pameran dari India, Cina, dan Singapura menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap produk Foodborne Pathogen Kit, yang dinilai relevan dengan riset internasional mereka dan berpotensi membuka kerja sama lintas negara. Kwang-Geun (James) Lee, President AABI dari Dongguk University, Korea Selatan, bahkan menawarkan kemitraan untuk menjadikan model inkubasi bisnis Asia yang diinisiasinya sebagai referensi bagi pengembangan sistem inkubasi bisnis di UNJ.

Interaksi intens antara UNJ dan pengunjung pameran membuka peluang kolaborasi strategis dalam hilirisasi produk, percepatan startup, dan adopsi inovasi oleh masyarakat luas.

Menariknya juga, sebelum tampil sebagai salah satu pembicara kunci, M. Fauzan Adziman selaku Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, secara khusus mengunjungi booth UNJ dan melakukan kurasi langsung terhadap produk-produk inovasi, termasuk Smart Antropometri, alat ukur cerdas yang telah lulus uji BPAFK Kemenkes. Fauzan mendorong UNJ agar mengakselerasi komersialisasi inovasi tersebut melalui kemitraan dengan Kementerian Kesehatan lewat platform Hiliriset.

Dalam kesempatan ini, Prof. Fahrurrozi selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ, menegaskan bahwa partisipasi UNJ dalam forum internasional ini merupakan langkah strategis menuju universitas berkelas dunia.

“AABI Summit bukan sekadar ajang pameran produk, tetapi ruang kolaborasi global yang mempertemukan riset, industri, dan kebijakan. Melalui partisipasi ini, UNJ ingin menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tinggi Indonesia mampu bersaing, berjejaring, dan berdampak secara internasional,” ujar Prof. Fahrurrozi.

Sementara itu, Murti Kusuma Wirasti selaku Direktur Inovasi, Sistem Informasi, dan Pemeringkatan UNJ, mengungkapkan bahwa keikutsertaan UNJ di ajang ini membuka banyak wawasan baru dalam pengelolaan ekosistem inovasi.

“Dari forum ini kami belajar banyak tentang strategi kemitraan global, peningkatan kualitas riset berbasis luaran inovasi, serta cara membangun ekosistem hilirisasi yang efektif dan berdampak nyata. Ini momentum penting untuk memperkuat posisi UNJ dalam peta inovasi Asia,” jelas Murti.

Dengan keterlibatan aktif di AABI Summit 2025, UNJ menegaskan dirinya sebagai universitas riset terapan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkomitmen menghadirkan inovasi berdampak bagi masyarakat global yang selaras dengan visinya sebagai World Class University yang mengedepankan kolaborasi, keberlanjutan, dan kebermanfaatan.