Leni Rafael: Industri Fashion Butuh Ide Segar Anak Muda Sekaligus Apresiasi Pagelaran Busana “Elementra”

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. Monitoring Awal Program EQUITY, UNJ Tegaskan…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Eurasia International Course FISH UNJ Bahas AI dan Masa Depan Pendidikan Berbasis Keterampilan

FIP UNJ Gelar Guest Lecture bersama National University Philippines

Program Studi PPKN FISH UNJ Laksanakan Kolokium Internasional di Universiti Sains Malaysia

SPs UNJ Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Lewat PkM Wilayah Binaan di Nurul Iman Bogor

Prodi S2 PL dan S3 PKLH SPs UNJ Dorong Gerakan Pesantren Sehat dan Bersih Melalui Program Pengabdian di Bogor

Jakarta, Humas UNJ – Desainer fashion ternama Indonesia, Leni Rafael, memberikan apresiasi tinggi terhadap pagelaran busana bertema Elementra yang digelar hasil kolaborasi antara UFE dan UFY di Auditorium Smesco Convention Hall, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 31 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Leni menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyumbangkan ide dan kreativitas untuk menyegarkan industri fashion nasional. “Industri sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Setiap ide baru yang ditawarkan sangat dinantikan untuk memperkaya ragam desain fashion Indonesia,” ujarnya.

Leni mengungkapkan bahwa ini merupakan kali ketiganya menghadiri pagelaran busana yang diinisiasi oleh mahasiswa Pendidikan Tata Busana dan Sarjana Terapan Desain Mode UNJ. Ia menilai karya-karya yang ditampilkan terus menunjukkan peningkatan dari segi model, bahan, potongan, hingga konsep desain yang semakin matang dan memiliki nilai jual tinggi.

“Menurut saya, karya-karya ini sudah layak tampil di panggung nasional,” tegasnya.

Ia juga menyoroti konsistensi tema pagelaran yang selalu menghadirkan kesan berbeda setiap tahunnya, dengan ide-ide desain yang beragam namun tetap berkesinambungan. Hal ini, menurutnya, menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun identitas fashion lokal.

Leni mengingatkan bahwa dalam menciptakan produk fashion, memahami target pasar adalah hal utama agar karya dapat diterima masyarakat luas. Selain itu, membangun identitas produk juga menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.

“Tanamkan identitas, aktiflah mengikuti pameran baik nasional maupun internasional, serta bergabunglah dengan komunitas fashion dan gaya hidup. Ini adalah kunci untuk bertahan dan sukses sebagai desainer,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa fashion kini telah menjadi kebutuhan sehari-hari, sehingga pasar fashion masih sangat terbuka. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi menjadi kunci utama untuk menangkap peluang di pasar domestik maupun global.

Kepada para mahasiswa, Leni berpesan agar terus semangat dan tidak mudah menyerah dalam berkarya. “Jangan mudah baper ketika daya beli menurun, produk dijiplak, atau mendapat kritik. Teruslah berkarya, berekspresi, dan bangun jaringan,” ujarnya memberi semangat.

Dalam kesempatan tersebut, Leni juga menyampaikan bahwa ia telah membuka peluang magang bagi mahasiswa yang tertarik mendalami dunia desain mode. Ia menilai kemampuan dan pengetahuan mahasiswa UNJ sudah sangat baik, terutama dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan dalam pagelaran ini.

“Produksi, riset konsep, dan kreativitas mahasiswa Tata Busana UNJ sudah sangat relevan dengan kebutuhan pasar fashion tanah air,” pungkasnya.