Jakarta, Humas UNJ – Tiga mahasiswa dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ) turut ambil bagian dalam ajang olahraga internasional SEA Deaf Games 2025, yang diselenggarakan di Indonesia pada 20–26 Agustus 2025. Salah satu venue utama kegiatan ini adalah Gedung Olahraga (GOR) UNJ.
Mahasiswa FIKK yang berpartisipasi dalam ajang ini adalah:
Dzakiyya Amalia Ma’ruf, mahasiswa Program Studi Kepelatihan dan Kecabangan Olahraga angkatan 2021
Muhammad Raihan Gilang, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani angkatan 2023
Ghaniya Fadlilatun Nisa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani angkatan 2025
Ketiganya bertanding pada cabang olahraga bulu tangkis. Selain itu, Danes Hvara Raja Wyoga, mahasiswa Program Studi Olahraga Rekreasi angkatan 2024, turut berkompetisi pada cabang olahraga boling.

SEA Deaf Games 2025 mempertandingkan enam cabang olahraga, yaitu atletik, bulu tangkis, boling, catur, futsal, dan tenis meja. Ajang ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin) atas penunjukan dari ASEAN Deaf Sports Federation.
Tujuan utama penyelenggaraan SEA Deaf Games adalah untuk mendorong inklusivitas dalam dunia olahraga bagi komunitas tunarungu di Asia Tenggara, sekaligus membangun sportivitas dan prestasi atlet disabilitas di tingkat regional dan nasional.
Pada kesempatan ini, Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar, menyampaikan harapannya agar partisipasi mahasiswa dan alumni UNJ dalam SEA Deaf Games 2025 dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Pada momen ini, olahraga diharapkan menjadi sarana pemersatu dan pemberdayaan masyarakat, termasuk komunitas disabilitas,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas partisipasi mahasiswa FIKK UNJ dalam SEA Deaf Games 2025. Keterlibatan mereka bukan hanya sebuah prestasi di bidang olahraga, tetapi juga wujud nyata dari komitmen UNJ dalam mendukung kesetaraan, inklusivitas, dan pemberdayaan mahasiswa disabilitas. Partisipasi ini menunjukkan bahwa olahraga adalah ruang terbuka bagi semua, tanpa terkecuali, dan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih prestasi. Semoga keikutsertaan mahasiswa UNJ dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika serta masyarakat luas untuk terus mengedepankan nilai sportivitas, solidaritas, dan keberagaman, ujar Prof. Komarudin.