Jakarta, Humas UNJ – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (FMIPA UNJ) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Pada 24-25 Juni 2026, mahasiswa FMIPA UNJ berhasil memborong tujuh penghargaan internasional dalam rangkaian International Innovative Science and Mathematics Education Festival (FIISME) 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Persatuan Pendidikan Sains dan Matematik Johor (PPSMJ) dan Faculty of Educational Sciences and Technology (FEST), Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Keberhasilan tersebut diraih melalui ajang International Innovation Competition in Education (IICE) 2026 dan 3 Minutes STEM Video Competition 2026 yang mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan inovator pendidikan dari berbagai negara. Prestasi ini semakin mempertegas posisi FMIPA UNJ sebagai fakultas yang mampu melahirkan inovasi pendidikan berbasis sains dan teknologi dengan daya saing internasional.
IICE 2026 merupakan salah satu agenda utama dalam FIISME 2026, selain International Conference on Science and Mathematics Education (ICSME) serta 3 Minutes STEM Video Competition. Sebanyak 82 tim berkompetisi dalam empat kategori utama, yakni Digital and Technological Education, Innovative Teaching and Learning, School Management and Policies, serta Community Based and Service Learning.
FMIPA UNJ mengirimkan enam tim mahasiswa, dan lima di antaranya berhasil meraih 7 penghargaan bergengsi berupa tiga medali emas, dua medali perak, satu medali perunggu, dan termasuk penghargaan 3rd Place Best of The Best Video.

Prestasi gemilang pertama dipersembahkan oleh Tim EDU SQUAD yang meraih Gold Medal pada kategori Digital and Technological Education melalui inovasi “MathAR Map: An Augmented Reality-Based Interactive Website for 9th Grade Junior High School Solid Geometry Learning Using Realistic Mathematics Education” di bawah bimbingan Tiara Husnul Khotimah. Tim ini terdiri atas Fika Asfia, Yovando Rangkayo Putra, Muhammad Dzikri Sya’ban, dan State Sengo dari Program Studi S1 Pendidikan Matematika FMIPA, serta Revalia Sri Damayanti dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Inovasi tersebut menghadirkan pembelajaran geometri ruang berbasis Augmented Reality yang interaktif dan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Medali emas kedua berhasil diraih oleh NEOTEAM dari Program Studi S1 Ilmu Komputer melalui inovasi “REKADIK: An Integrated Digital Track Record and Academic Collaboration Platform for Enhancing Student Career Readiness” di bawah bimbingan Ersa Resita. Tim NEOTEAM beranggotakan Reynaldo Yusellino, Zaki Andriansa, Abdul-Wadud Mukthar Lawan, Alya Irhamni Malawat, dan Zhafirah Naswa Naufariza. Platform yang mereka kembangkan dirancang untuk mengintegrasikan rekam jejak akademik mahasiswa dengan kolaborasi pembelajaran guna meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

Sementara itu, Tim EduNexus dari Program Studi S1 Pendidikan Fisika berhasil meraih Silver Medal melalui inovasi “Transforming Physics Learning Through Kihajar Academy: A Joy-Centred STEM and Chatbot-Assisted Digital Learning Innovation” di bawah bimbingan Lari Andreas Sanjaya. Tim ini terdiri atas Daniel Steeven, Dina Putri Jahidin, Nara Abdullah Sufi Al Amin Sabilillah, dan Dhiya Nabilah. Inovasi tersebut menghadirkan pembelajaran fisika berbasis STEM yang dipadukan dengan teknologi chatbot sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif, menyenangkan, dan interaktif.

Medali perak berikutnya dipersembahkan oleh Shenron Team dari Program Studi Magister Pendidikan Matematika melalui inovasi “Math Dragon: Rhythm of the Serpent Gate: An Integrated Gamified Mathematics Learning Application Inspired by the Traditional Jakarta Game Ular Naga” di bawah bimbingan Tian Abdul Aziz. Tim Shenron terdiri atas Rizky Budi Prasetyo, Heni Nurhasanah, dan Tasya Eka Khafifah. Aplikasi yang mereka kembangkan memadukan unsur budaya lokal Betawi melalui permainan tradisional Ular Naga dengan konsep gamifikasi untuk meningkatkan motivasi belajar matematika.

Prestasi FMIPA UNJ semakin lengkap melalui raihan Bronze Medal yang diraih Tim Ba Biology dari Program Studi Biologi pada kategori Innovative Teaching and Learning. Tim yang dibimbing Prof. Dalia Sukmawati, tersebut mengembangkan inovasi “IoT Based Innovation for Optimizing Black Soldier Fly Cultivation and SDGs-Oriented Organic Waste Learning”. Tim Ba Biology beranggotakan Karina, Sinta Dewi Asih, Hassanah Eka Putri, Firdias Astia Safitri, dan Qairinasherin Qwine Ferendi. Inovasi tersebut mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dengan pembelajaran pengelolaan limbah organik berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga memberikan solusi nyata terhadap isu lingkungan sekaligus menjadi media pembelajaran inovatif.

Prestasi mahasiswa FMIPA UNJ tidak berhenti pada IICE 2026. Dalam ajang 3 Minutes STEM Video Competition 2026, Team Orion dari Program Studi Fisika sukses meraih Gold Medal sekaligus penghargaan 3rd Place Best of The Best Video setelah bersaing dengan 28 tim dari Indonesia, Malaysia, dan Nigeria. Di bawah bimbingan Syafrima Wahyu, Team Orion yang terdiri atas Al Gibran Raya Aliefio Santoso, Putri Aurelia, Najwa Kaila Nur Alif, Syawal Adrian Syah, dan Sayid Mahmud Ibadirahman Syah menghadirkan karya berjudul “Methane Gas: From Bantargebang’s Environmental Threat to Household Energy”. Video tersebut mengangkat inovasi pemanfaatan gas metana dari “Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang” sebagai sumber energi alternatif bagi rumah tangga, sekaligus menawarkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui pendekatan ilmiah yang komunikatif.
Atas capaian 7 penghargaan internasional yang diraih oleh mahasiswa FMIPA tersebut, Hadi Nasbey selaku Dekan FMIPA UNJ menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan semangat kolaborasi hingga mampu mengharumkan nama UNJ di tingkat internasional.
“Prestasi ini merupakan bukti bahwa mahasiswa FMIPA UNJ memiliki kapasitas akademik, kreativitas, dan kemampuan inovasi yang mampu bersaing di tingkat dunia. Kami terus membangun budaya akademik yang mendorong riset, kolaborasi multidisiplin, dan pengembangan solusi berbasis sains serta teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberhasilan ini bukan hanya tentang perolehan medali, tetapi juga menunjukkan bahwa karya mahasiswa UNJ memiliki kualitas yang diakui secara internasional. Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperkuat reputasi UNJ sebagai perguruan tinggi bereputasi global yang melahirkan lulusan unggul, adaptif, dan berdampak,” ujar Hadi Nasbey.