Mahasiswa Mappi UNJ Belajar Konservasi dan Budaya di Kepulauan Seribu

Ikuti kami

Bagikan

  1. Home
  2. »
  3. Berita
  4. »
  5. UNJ dan Communication University of Zhejiang…

Berita Terbaru

Kantor Humas dan IP UNJ Raih 5 Penghargaan Pada Ajang IDEAS 2025, Dari Juara Budaya Inklusif hingga Manajemen Krisis

Humas UNJ Raih Penghargaan 3 Tahun Berturut-turut pada Ajang AHI

Mengenal Batavia Team UNJ, Wadah Inovasi Kendaraan Hemat Energi dan Mobilitas Berkelanjutan

UNJ Tuan Rumah Sarasehan Diaspora Indramayu, Bahas Pengembangan Potensi Daerah

Dit. Mawani UNJ Apresiasi Peran Ormawa dan Opmawa Sukseskan PKKMB 2026

Kembangkan Layanan Kesehatan dan Sport Science, UNJ Resmikan UUK Pusat Rehabilitasi Medik

UNJ dan Royal University of Bhutan Jajaki Kerja Sama di Bidang Pendidikan

JAKARTA, Humas UNJ – Sebanyak 80 mahasiswa asal Kabupaten Mappi, Papua Selatan, yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengikuti Edufun Activity di Kepulauan Seribu, Jakarta, 30 Agustus hingga 1 September 2026.

Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menjelajah Wisata Bahari Indonesia”, kegiatan tersebut tidak sekadar mengajak mahasiswa menikmati wisata bahari. Mereka juga belajar mengenai konservasi lingkungan, berinteraksi dengan masyarakat, dan mengenal keberagaman budaya melalui pengalaman langsung.

Kegiatan mahasiswa Mappi angkatan 2025 itu berlangsung di Pulau Pramuka, Pulau Patrik, dan Pulau Karya. Selama tiga hari, mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas yang memadukan unsur edukasi, sosial, budaya, dan rekreasi.

Dosen Pendamping Mahasiswa Kerja Sama UNJ dan Mappi sekaligus dosen Program Studi Usaha Perjalanan Wisata UNJ, Lala Siti Sahara, mengatakan kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar lingkungan kampus.

Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan edukasi mengenai lingkungan pesisir. Mereka kemudian terlibat dalam penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang.

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara langsung kondisi ekosistem pesisir sekaligus mengenal upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan laut.

Pada hari kedua, mahasiswa mengikuti kegiatan snorkeling untuk mengenal kehidupan bawah laut Kepulauan Seribu. Aktivitas tersebut dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan bola voli bersama ibu-ibu warga Pulau Pramuka.

“Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya menikmati wisata, tetapi juga belajar mengenal lingkungan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Lala.

Hari terakhir diisi dengan kunjungan persahabatan ke SMA 69 Kepulauan Seribu. Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran budaya antara mahasiswa Mappi dan para siswa.

Mahasiswa Mappi memperkenalkan kesenian daerah Papua melalui pertunjukan tari. Para siswa SMA 69 juga menampilkan kesenian daerah mereka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menari bersama.

Interaksi tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa Mappi. Mereka tidak hanya memperkenalkan budaya asalnya, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal kehidupan dan kebudayaan masyarakat di Kepulauan Seribu.

Novi, salah satu mahasiswa Mappi, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan pengalaman melihat laut secara langsung membuatnya merasa nyaman selama berada di Kepulauan Seribu.

“Saya senang sekali melihat laut. Rasanya seperti pulang kampung dan betah di sini. Orang-orangnya ramah, air lautnya juga sangat bagus dan jernih. Kalau bisa, kami ingin tinggal seminggu di sini,” katanya.

Pengalaman tersebut juga membuat Everista, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), tertarik untuk mengenal lebih jauh kehidupan masyarakat Kepulauan Seribu.

“Bolehkah kalau saya praktik mengajar atau setelah lulus mengajar di Kepulauan Seribu?” ujarnya.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya, mengatakan Edufun Activity menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang dikemas melalui kegiatan yang menyenangkan.

“Kegiatan liburan mahasiswa dengan tema Edufun Activity ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyenangkan,” kata Yasep.

Menurut dia, kegiatan semacam itu dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sosial, membangun solidaritas, sekaligus memperluas wawasan mengenai lingkungan dan budaya.

Yasep juga mengapresiasi pertukaran budaya yang berlangsung di SMA 69 Kepulauan Seribu. Menurutnya, seni dan budaya dapat menjadi media untuk mempertemukan generasi muda dari latar belakang yang berbeda.

“Tarian ini bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga simbol persaudaraan, keberagaman, dan penghargaan terhadap budaya Nusantara. Dengan menghadirkan tarian Papua di tengah-tengah mahasiswa Jakarta, kita belajar bahwa perbedaan adalah kekayaan, dan kebersamaan adalah kekuatan,” tuturnya.

Ia mengapresiasi dosen pendamping, panitia, mahasiswa, masyarakat, serta berbagai pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Edufun Activity perlu terus dikembangkan agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.

“Semoga Edufun Activity menjadi tradisi yang terus berlanjut, membawa manfaat bagi mahasiswa, masyarakat, dan bangsa,” ujar Yasep.

Melalui kegiatan tersebut, UNJ memberikan ruang bagi mahasiswa Mappi untuk belajar dari lingkungan dan masyarakat secara langsung. Pengalaman di Kepulauan Seribu diharapkan memperkuat kepedulian mahasiswa terhadap konservasi lingkungan, kemampuan berinteraksi dengan masyarakat, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.